Kamis, 17 Des 2020 20:00 WIB

6 Cara Ini Bikin Testosteron Para Pria Naik Secara Alami

Zintan Prihatini - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Tips menaikan kadar testosteron secara alami pada pria. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Sekitar 40 persen pria berusia 45 tahun ke atas memiliki kadar testosteron yang rendah. Gejala rendahnya testosteron meliputi suasana hati yang buruk, kurangnya energi, dorongan seks, disfungsi ereksi, dan infertilitas.

Meski penting memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan apakah memerlukan terapi testosteron, ada banyak cara alami yang terbukti ampuh untuk meningkatkan kadar testosteron. Kepala endokrinologi di Loma Linda University Health dr Kevin Codorniz mengatakan, kadar testosteron yang tinggi dapat meningkatkan suasana hati dan energi, meningkatkan libido, dan membantu massa otot maupun kepadatan tulang.

Dikutip dari Insider, berikut 6 cara alami meningkatkan testosteron.

1. Berolahraga secara teratur

Ahli urologi di Keck Medicine of USC dr Mary Samplaski mengungkapkan olahraga dapat meningkatkan testosteron secara alami. Studi pada 2016 menunjukkan bahwa pada pria obesitas yang melakukan aktivitas fisik melalui latihan senam aerobik efektif dalam meningkatkan kadar testosteron.

Hal tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas fisik lebih efektif daripada perubahan pola makan dalam meningkatkan testosteron. Studi pada 2012 juga menunjukkan bahwa pria yang aktif secara fisik memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi daripada pria yang tidak banyak bergerak.

Cobalah untuk berolahraga intensitas sedang dan rutin sesuai dengan kondisi kesehatan. Olahraga yang berlebihan justru akan menurunkan kadar testosteron.

2. Konsumsi vitamin D

dr Samplaski mengatakan ketika kadar vitamin D dalam tubuh rendah, testosteron juga ikut rendah. Penelitian di Austria mengungkapkan sumber vitamin D baik untuk penis.

Peneliti meminta pria mengonsumsi 3,332 IU vitamin D atau plasebo per hari selama setahun, mereka menemukan bahwa kadar testosteron bebas meningkat secara signifikan pada pria yang mengonsumsi vitamin D. Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

3. Konsumsi lemak yang sehat

Studi pada 2013 dilakukan pada pria yang diberi minyak argan atau minyak zaitun murni. Setelah tiga minggu mengonsumsi lemak sehat ini, kadar testosteron meningkat secara signifikan pada kedua kelompok. Ada peningkatan 19,9 persen pada mereka yang mengonsumsi minyak argan murni dan peningkatan 17,4 persen pada mereka yang mengonsumsi minyak zaitun murni.

Secara keseluruhan, dr Samplaski mengatakan penting untuk mengonsumsi lemak sehat dalam jumlah sedang. Beberapa makanan yang mengandung lemak sehat di antaranya biji rami, biji chia, kenari, tuna, salmon, dan sarden.

4. Hindari minuman beralkohol

Meminum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron. Penelitian menemukan bahwa kadar testosteron turun 30 menit setelah mengonsumsi alkohol.

Peminum berat paling berisiko mengalami penurunan testosteron, karena hormon lain seperti hormon luteinizing (LH) yang menandakan pelepasan testosteron yang terbuang saat minum banyak alkohol. Jika kamu ingin meningkatkan kadar testosteron, maka hindari meminum minuman beralkohol.

5. Tidur yang cukup

dr Codorniz menjelaskan bahwa kurang tidur atau tidur kurang dari lima jam dapat menurunkan konsentrasi testosteron. Sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa pria yang tidur selama lima jam memiliki kadar testosteron 10 hingga 15 persen lebih rendah dibandingkan ketika mereka tidur selama delapan jam atau lebih.

Bukan hanya jumlah tidur yang penting, tetapi juga konsistensi jadwal tidur. Meskipun perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara tidur dengan testosteron, di samping itu tidur cukup bisa membantu menghilangkan stres yang bisa menurunkan kadar testosteron pria.

6. Kurangi stres

Stres menyebabkan kadar hormon kortisol meningkat. Saat hormon kortisol naik, maka hormon testosteron akan turun.

Oleh karena itu, sangat penting untuk meminimalkan stres jika kamu ingin meningkatkan kadar testosteron. Penelitian pada 2005 menyatakan bahwa kadar kortisol yang tinggi dan kadar testosteron yang rendah adalah indikator utama stres, yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

dr Samplaski mengingatkan mungkin kamu juga harus memeriksakan diri ke dokter jika merasa testosteron rendah. Terlepas dari itu, perubahan gaya hidup seperti yang telah disebutkan di atas juga membantu meningkatkan kadar testosteron.



Simak Video "Karantina Akibat Corona Pengaruhi Gairah Seks, Bagaimana Mengatasinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
DMentor
×
Punya 11 Properti Dalam 2 Tahun
Punya 11 Properti Dalam 2 Tahun Selengkapnya