Sabtu, 19 Des 2020 19:00 WIB

Bapak-bapak! Ini 5 Penyebab Ereksi Mr P Selalu Tak Tahan Lama

Kanya Anindita - detikHealth
ilustrasi ereksi 5 penyebab difungsi ereksi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk mempertahankan ereksi yang cukup saat berhubungan seks. Hal ini juga dipercaya merupakan salah satu tanda Anda terkena penyakit jantung.

Penumpukan plak di arteri dalam tubuh Anda (aterosklerosis) dapat mengurangi aliran darah di penis dan mempersulit ereksi. Disfungsi ereksi yang mendahului masalah jantung sering disebabkan oleh disfungsi lapisan dalam pembuluh darah (endotel) dan otot polos, di mana suplai darah ke jantung tidak normal seperti biasanya.

Dikutip dari Mayoclinic, berikut 5 faktor lain penyebab disfungsi ereksi.

1. Diabetes

Pria penderita diabetes berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi dan penyakit jantung. Dua penyakit ini adalah kombinasi dari gangguan sistem saraf, pembuluh darah, dan fungsi otot yang dapat menghambat sistem ereksi.

2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat merusak lapisan arteri dan mempercepat proses penyakit pada pembuluh darah. Obat tekanan darah tinggi tertentu, seperti diuretik thiazide, juga dapat memengaruhi fungsi seksual.

Kondisi ini berkaitan dengan adanya penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Penyumbatan akibat aterosklerosis akan lebih dulu memicu terjadinya masalah pada arteri kecil, seperti pada penis, baru menuju arteri berukuran besar, yakni jantung.

3. Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) yang tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah pada penis. Kolesterol tinggi juga menyebabkan tubuh sulit memproduksi zat penting yaitu nitrit oksida, untuk merangsang terjadinya ereksi.

4. Obesitas

Pria dengan obesitas kemungkinan besar mengalami disfungsi ereksi di mana aliran darah menuju penis akan terhambat. Pembuluh darah yang seharusnya mengalirkan darah akan menyempit karena timbunan lemak, sehingga aliran darah sulit lancar.

5. Testosteron rendah

Pria dengan testosteron rendah memiliki tingkat disfungsi ereksi dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi daripada pria dengan kadar testosteron normal. Hal ini biasa terjadi pada pria seiring bertambahnya usia.



Simak Video "Peneliti Ungkap Virus Corona Bisa Picu Diabetes pada Pasien"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)