Selasa, 22 Des 2020 20:34 WIB

Fakta-fakta Disfungsi Seksual pada Wanita

Zintan Prihatini - detikHealth
Fashion portrait of young elegant woman in bed Disfungsi seksual pada wanita (Foto: iStock)
Jakarta -

Masalah seksual atau disfungsi seksual, mengacu pada masalah selama siklus respons seksual yang mencegah individu atau pasangan mengalami kepuasan saat berhubungan seksual. Siklus respons seksual memiliki empat fase yaitu kesenangan, masa plateu, orgasme, dan resolusi.

Banyak wanita mungkin malu untuk mengakui bahwa ia mengalami disfungsi seksual. Ketidakmampuan untuk terangsang secara fisik selama hubungan seks pada wanita ini sering kali disebabkan oleh lubrikasi vagina yang tidak mencukupi.

Bisa juga karena wanita mengalami vaginismus, yaitu kejang otot yang menyakitkan di sekitar vagina sehingga mereka tidak merasakan orgasme.

Dikutip dari WebMD, berikut fakta-fakta disfungsi seksual pada wanita.

1. Penyebab disfungsi seksual

Disfungsi seksual dapat disebabkan masalah fisik maupun psikologis. Penyebab fisik termasuk diabetes, penyakit jantung, penyakit saraf, ketidakseimbangan hormon, menopause, penyakit ginjal atau gagal hati, dan penyalahgunaan obat.

Selain itu, efek samping obat-obatan tertentu termasuk beberapa obat antidepresan dapat memengaruhi hasrat dan fungsi seksual. Sementara itu, penyebab psikologis disfungsi seksual meliputi stres dan kecemasan, depresi, perasaan bersalah, atau efek dari trauma masa lalu.

2. Hal yang memengaruhi disfungsi seksual pada wanita

Masalah paling umum terkait dengan disfungsi seksual pada wanita meliputi terhambatnya hasrat seksual, perubahan hormonal, kehamilan, kurangnya antusiasme seksual, gaya hidup, hingga ketidakmampuan wanita untuk terangsang.

3. Diagnosis disfungsi seksual wanita

Untuk mendiagnosis disfungsi seksual wanita, dokter kemungkinan akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala secara menyeluruh. Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi kesehatan organ reproduksi dan Pap smear untuk mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks (untuk memeriksa adanya kanker atau kondisi pra-kanker).

4. Pengobatan disfungsi seksual wanita

Pendekatan ideal untuk mengobati disfungsi seksual wanita melibatkan upaya tim antara wanita, dokter, dan terapis terlatih. Kebanyakan masalah seksual dapat diperbaiki dengan menangani masalah fisik atau psikologis yang mendasarinya.

5. Menopause memengaruhi disfungsi seksual wanita

Hilangnya estrogen setelah menopause dapat menyebabkan perubahan fungsi seksual wanita. Perubahan emosional yang sering menyertai menopause dapat meningkatkan hilangnya minat pada seks atau kemampuan wanita untuk terangsang.

Terapi penggantian hormon (HRT) atau pelumas vagina dapat memperbaiki kondisi tertentu, seperti hilangnya lubrikasi vagina dan sensasi genital, yang dapat menimbulkan masalah pada fungsi seksual pada wanita. Obat seperti ospemifene (Osphena) bisa dikonsumsi untuk membuat jaringan vagina lebih tebal dan tidak terlalu rapuh.



Simak Video "Muncul Varian Corona Baru, Ahli AS: Ilmuwan Bersiap Upgrade Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)