Rabu, 30 Des 2020 19:30 WIB

Kasus Gisel Bikin Penasaran, Apa Sih Alasan Orang Videokan Momen Intim?

Zintan Prihatini - detikHealth
Gisel sambangi Polda Metro Jaya Selalu bikin penasaran, kenapa orang suka merekam momen intim? (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Banyak orang yang mungkin penasaran bagaimana penampilan mereka saat sedang berhubungan seks dengan pasangan. Hal itu didukung dengan canggihnya teknologi dan kemudahan merekam hingga mendistribusikan video intim pribadi.

Beberapa orang merekam diri sendiri saat bermasturbasi dan melakukan tindakan seksual lain, kemudian mengirimkan kepada pasangannya. Lantas, mengapa mereka begitu terobsesi dan bersemangat merekam video saat melakukan aktivitas seksual?

Dikutip dari Metro, pakar seks dan hubungan di Lovehoney Annabelle Knight mengatakan bahwa ada alasan yang sangat sederhana di balik mengapa orang terobsesi dengan memfilmkan diri sendiri, yaitu untuk mendapat kesenangan.

"Semakin banyak orang yang merekam diri mereka saat berhubungan seks dengan pasangannya karena itu menyenangkan," jelas Knight.

Banyak pasangan mulai merekam dan menonton diri mereka sendiri di video, lalu kembali berhubungan seks karena merasa bergairah. Studi yang dirilis situs kencan Illicit Encounters, mengungkapkan bahwa sepertiga dari pasangan telah memfilmkan diri mereka saat sedang berhubungan seks dan tiga perempat dari partisipan menyatakan bahwa mereka telah menggunakan ponsel, baik dengan mengambil foto atau menonton video erotis milik mereka sendiri maupun bukan.

Ia mengingatkan harus ada izin dari kedua belah pihak jika ingin merekam saat sedang berhubungan seks.

Pakar seks di Lelo Stu Nugent percaya ada alasan lain mengapa orang suka membuat rekaman seks pribadi yang menurutnya karena kondisi narsistik. Hal senada disampaikan pakar hubungan di We-Vibe dr Becky Spelman, bahwa ada narsisme saat seseorang merekam diri ketika melakukan hubungan seks atau masturbasi.

Namun, ia menjelaskan beberapa orang hanya menemukan kesenangan seksual dalam dirinya sendiri, bukan pasangannya.

"Di beberapa kasus, keinginan untuk melihat diri sendiri terlibat dalam aktivitas seksual di layar dapat melibatkan auto-erotisme, atau kecenderungan untuk menemukan kenikmatan seksual pada diri sendiri, dibandingkan pada orang lain," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)