Kamis, 12 Nov 2020 20:22 WIB

Merekam Video Seks, Penyimpangan atau Bukan? Ini Kata dr Boyke

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Baru-baru ini sebuah video seks yang disebut-sebut mirip artis viral di media sosial. Mulai dari Gisella Anastasia atau Gisel, Jessica Iskandar, hingga Anya Geraldine.

Banyak yang lantas penasaran mengapa ada orang yang merekam dirinya saat berhubungan intim. "Buat apa divideoin? Buat kenang-kenangan gitu?" komentar satu pengguna Twitter.

Melihat fenomena ini, pengamat seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menjelaskan bahwa merekam video intim diri sendiri termasuk dalam penyimpangan seksual atau paraphilia jika orang tersebut senang mempertontonkan video tersebut ke khalayak umum. Mengapa begitu?

"Yang menjadi masalah adalah kalau kegiatan itu menjadi konsumsi umum. Kalau misalnya mereka merekam video untuk mereka berdua saja itu masih boleh," kata dr Boyke dalam bincang-bincang D'Rooftalk, Rabu (11/11/2020).

"(Termasuk) paraphilia adalah suatu penyimpangan seksual kalau dia senang mempertontonkan diri berhubungan seks, lalu disebarkan, kalau dianya tahu," lanjutnya.

dr Boyke mengatakan jika orangnya tidak tahu atau menjadi korban, si pengintip atau perekamnya lah yang disebut paraphilia atau golongan voyeurism.

Lalu, kenapa orang tersebut mau merekam kegiatan hubungan seksualnya?

"Mungkin karena dia merasa dirinya cantik atau mungkin seperti exhibisionism. Misalnya si pria merasa 'punyanya' lebih besar dari yang lain dan ingin mempertontonkannya," ujarnya.

Namun, dr Boyke menegaskan bahwa orang-orang yang melakukan hal tersebut memiliki gangguan kepribadian, seperti tidak bisa berkomunikasi dengan lawan jenisnya.

"Tapi yang jelas, yang melakukan hal tersebut memiliki gangguan kepribadian. Dia tidak bisa berkomunikasi dengan lawan jenisnya, dan dia hanya memiliki satu kelebihan. Misalnya payudaranya yang besar dan sebagainya, dan berusaha dipertontonkan agar orang-orang bisa mengakui eksistensinya," jelas dr Boyke.

(sao/up)