Selasa, 26 Jan 2021 21:30 WIB

4 Macam Bau Tak Sedap pada Miss V, Mana yang Perlu Diwaspadai?

Zintan Prihatini - detikHealth
Stinky. Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Face expression body language reaction Bau Miss V seperti apa yang perlu diwaspadai? (Foto: iStock)
Jakarta -

Vagina wanita yang sehat memiliki berbagai macam bau. Vagina adalah tempat bagi miliaran bakteri yang berubah setiap hari, bahkan terkadang setiap jam.

Variasi bau ini kemungkinan besar disebabkan oleh siklus menstruasi maupun bagaimana cara kamu merawat kebersihannya. Ditambah lagi pada area selangkangan yang mengandung sekumpulan kelenjar keringat.

Dikutip dari Healthline, ini beberapa macam bau pada vagina.

1. Bau asam

Sangat umum bagi vagina menghasilkan aroma yang tajam atau asam. Beberapa orang membandingkannya dengan bau makanan yang difermentasi.

Penyebab bau vagina seperti asam yang menyengat adalah vagina memiliki PH antara 3,8 dan 4,5. Hal itu karena bakteri lactobacilli yang menjaga vagina tetap asam untuk melindungi dari pertumbuhan jenis bakteri jahat.

2. Bau seperti logam

Banyak wanita mengatakan mencium bau logam seperti tembaga pada vagina. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena jarang menandakan masalah yang lebih serius.

Penyebab bau tersebut bisa karena darah akibat menstruasi yang mengandung zat besi, sehingga vagina berbau logam. Selain itu, pendarahan ringan setelah berhubungan seks bisa menjadi penyebab lainnya, karena vagina kering atau seks terlalu kuat yang dapat menyebabkan luka atau goresan kecil.

3. Bau manis

Bau manis pada vagina tidak perlu dikhawatirkan. Penyebab bau manis adalah bakteri. PH pada vagina adalah ekosistem bakteri yang selalu berubah, dan terkadang ini berarti vagina mungkin berbau sedikit manis.

4. Bau kimiawi

Penyebab bau kimiawi pada vagina di antaranya karena air seni yang mengandung urine. Penumpukan urine di pakaian dalam atau di sekitar vulva bisa menyebabkan bau kimiawi.

"Bau kimiawi sering kali termasuk dalam kategori amis," ujar profesor di Department of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences di Yale University School of Medicine, dr Mary Jane Minkin.

Faktor lainnya berasal dari bakteri vaginosis yang menyebabkan bau busuk atau amis, keputihan, dan gatal di vagina. Bakteri itu bisa menyebabkan infeksi, dan diperlukan pemeriksaan dokter guna memastikan diagnosis serta pengobatan apa yang diperlukan.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)