Jumat, 29 Jan 2021 21:31 WIB

5 Hal yang Dialami Tubuh Saat Pasutri Berhenti Berhubungan Seks

Farah Nabila - detikHealth
Couples problems in the bed Berhenti berhubungan seks, apa yang akan dialami tubuh? (Foto: Getty Images/iStockphoto/gpointstudio)
Jakarta -

Berhubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan bagi pasangan suami istri. Seks memiliki efek positif bagi tubuh, seperti membuat seseorang menjadi lebih bahagia dan sehat. Namun apa yang terjadi jika hubungan seks tidak lagi rutin dilakukan?

Dikutip dari The Healthy, berikut hal yang terjadi pada tubuh ketika seseorang berhenti melakukan hubungan seks.

1. Kehilangan libido

Saat seseorang memutuskan berhenti berhubungan seks, efek awal yang mungkin dirasakan adalah kehilangan gairah seks. Bagi beberapa orang yang menahan diri dari seks, mereka akan mulai merasa lebih lesu dan kurang memiliki hasrat untuk bercinta.

2. Mudah merasa sedih

Hubungan seksual memberi pasangan banyak sentuhan kulit yang membantu mengatur suasana hati satu sama lain. Saat berhubungan seks tubuh akan melepaskan hormon oksitosin yang membuat perasaan nyaman.

Tanpa manfaat dari peningkatan alami ini, seseorang yang berhenti melakukan hubungan seks mungkin akan cenderung mudah merasa sedih. Namun, sebuah studi menemukan kurangnya aktivitas seksual tidak menyebabkan depresi.

3. Kehilangan lubrikasi

Pelumasan pada vagina akan berkurang seiring bertambahnya usia. Tetapi, saat seseorang memutuskan berhenti untuk berhubungan seks maka pelumasan dapat mulai berkurang lebih cepat.

"Jika Anda seorang wanita muda yang berusia 20 atau 30 tahun, Anda akan memiliki banyak estrogen untuk memastikan jaringannya tetap sehat, elastis, dan dilumasi ketika tidak berhubungan seks," kata Dr Lauren Streicher, penulis Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever.

"Jika Anda seseorang yang berusia 60 tahun dan tidak memiliki estrogen, Anda tidak lagi mempunyai pelumas alami itu," ujarnya.

4. Mudah stres

Salah satu efek psikologis lain dari berhenti seks adalah seseorang akan mudah mengalami stres. Sebuah penelitian kecil dari Skotlandia menunjukkan bahwa reaktivitas tekanan darah terhadap stres lebih rendah di antara orang-orang yang pernah berhubungan seks dibandingkan mereka yang tidak.

5. Mengalami kram menstruasi yang lebih parah

Nyatanya, seks dapat membantu meringankan kram selama menstruasi. Meskipun belum dipelajari dengan baik, Dr Streicher mengatakan alasannya masuk akal.

"Rahim adalah sebuah otot dan banyak wanita akan mengalami kontraksi rahim saat mereka orgasme, yang akan menyebabkan darah keluar lebih cepat, yang pada gilirannya akan mengurangi kram menstruasi," ujar Dr Streicher.

Saat wanita mulai untuk memutuskan tidak berhubungan seks, mungkin kram menstruasi yang dirasakan akan lebih parah.



Simak Video "Seks Anal dari Kacamata Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)