Rabu, 10 Mar 2021 22:19 WIB

Ternyata, Jenis Kelamin Anak Dipengaruhi Pilihan Waktu Bercinta

Ardela Nabila - detikHealth
ilustrasi jenis kelamin Foto: thinkstock
Jakarta -

Banyak pasangan yang menginginkan memiliki keturunan dengan jenis kelamin tertentu. Ternyata, selain mempengaruhi peluang kehamilan, waktu yang para pasangan pilih untuk berhubungan intim memiliki pengaruh terhadap jenis kelamin bayi, lho.

Hal ini dikarenakan sel sperma pada pria mengandung kromosom (cikal bakal jenis kelamin) X dan Y. Kromosom X merupakan cikal bakal bayi dengan jenis kelamin perempuan, sedangkan Y merupakan kromosom dengan jenis kelamin laki-laki.

Dengan demikian, jika ingin memiliki anak perempuan atau laki-laki, para pasangan dapat memperhatikan baik-baik jadwal atau siklus menstruasi wanita. Hal tersebut dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi di Rumah Sakit Pondok Indah, dr Shanty Olivia Jasirwan, SpOG-KFER.

"Untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan, maka yang menentukan itu sebenarnya dari sel sperma. Sel sperma laki-laki itu bisa mengandung X atau Y. Jika yang membuahi sel telur itu adalah sperma yang membawa sifat kromosom Y, maka kemungkinan besar itu anaknya adalah laki-laki, gitu. Apabila kromosom X, maka anaknya perempuan," ujar dr Olivia dalam diskusi virtual, Rabu (10/3/2021).

Namun, menurut dokter Olivia, penjelasan mengenai hubungan waktu berhubungan intim dan jenis kelamin bayi masih merupakan teori yang kontroversial di kalangan para ahli. Pasalnya, angka keberhasilan dari teori ini masih 50:50.

"Tapi ini masih kontroversial sekali, ya. Beberapa sperma yang membawa sperma kromosom Y itu bertahan hidup lebih pendek daripada sperma-sperma yang membawa kromosom X. Nah, jadi pada kromosom yang Y, jika ingin membuahi sel telur maka sebaiknya berhubungannya itu mendekati ovulasi. Karena dia mendekati waktu hidupnya. Karena dia waktu hidupnya lebih pendek, hanya 1-2 hari," tuturnya.

"Dan jika ingin membuahi sel telur dan ingin mendapatkan anak perempuan, maka berhubungannya menjauhi dari ovulasi. Mungkin 3 atau 4 hari sebelum ovulasi. Tetapi, ini masih kontroversial dan angka keberhasilannya masih 50:50," kata dr Olivia.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)