Rabu, 10 Mar 2021 06:30 WIB

4 Fakta Hipospadia, Ambiguitas Kelamin Seperti Dialami Aprilia Manganang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Aprilia Manganang, pemain timnas voli putri Hipospadia seperti dialami Aprilia Manganang adalah kelainan bawaan lahir yang relatif langka (Foto: Femi Diah/detikSport)
Topik Hangat Aprilia Vs Hipospadia
Jakarta -

Sempat dikenal sebagai atlet bola voli wanita, Serda Aprilia Manganang kini dinyatakan sebagai pria setelah menjalani sejumlah pemeriksaan. Disebut, ia mengidap kondisi yang disebut hipospadia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Andika Perkasa menyebut, kondisi ini berbeda dengan transgender maupun interseks. Saat ini, TNI AD tengah membantu Aprilia menjalani corrective surgery untuk mempertegas jenis kelaminnya.

Beberapa fakta yang perlu diketahui tentang hipospadia, dikutip dari berbagai sumber, adalah sebagai berikut.

1. Pengertian hipospadia

Dikutip dari Mayo Clinic, hipospadia adalah kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan lubang urethra berada di bagian bawah penis, bukan di ujung seperti pada umumnya. Urethra merupakan saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih.

"Pada beberapa anak dengan hipospadia, testis mungkin tidak sepenuhnya turun ke skrotum (kantong buah zakar)," tulis the Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

2. Gejala hipospadia

Pada hipospadia, posisi bukaan urethra bisa ada di mana saja. Bisa di pangkal penis, bahkan pada beberapa kasus ada di bawah skrotum. Beberapa gejala yang muncul atau bisa menyertai adalah:

  • Bentuk penis melengkung ke bawah (chordee)
  • Bentuk kulup (kulit yang menutupi ujung penis) tidak menutupi kepala penis dengan sempurna
  • Percikan urine tidak normal saat buang air kecil

3. Penyebab hipospadia

Seperti halnya kelainan bawaan lahir lainnya, para ahli tidak bisa memastikan penyebab pasti hipospadia. Dikutip dari WebMD, beberapa kemungkinan penyebab adalah:

Genetik

Beberapa sindrom genetik dikaitkan dengan kelainan ini. Selain itu, orang tua yang punya riwayat hipospadia punya kemungkinan lebih besar punya keturunan dengan kelainan serupa.

Terapi tertentu

Terapi hormon tertentu untuk membantu kehamilan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko hipospadia.

Usia dan berat badan ibu saat hamil

Risiko melahirkan anak dengan hipospadia lebih tinggi pada ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun dan berat badan berlebih atau obesitas. Riwayat diabetes juga meningkatkan risiko.

Paparan racun

Rokok dan pestisida termasuk di antaranya.

4. Operasi untuk hipospadia

Pada beberapa kasus yang ringan, hipospadia tidak membutuhkan operasi. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan corrective surgery untuk memperbaiki posisi bukaan urethra dan meluruskan bentuk penis.

Beberapa kasus hipospadia hanya butuh satu kali corrective surgery, tetapi sebagian membutuhkan beberapa kali operasi.

Tonton video 'Kilap Aprilia Manganang, Eks Pevoli Putri yang Dinyatakan Laki-laki':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)
Topik Hangat Aprilia Vs Hipospadia