Sabtu, 27 Mar 2021 21:00 WIB

3 Tanda Tingkat Testosteron Rendah, Penis Menyusut Salah Satunya

Ardela Nabila - detikHealth
young asian couple with relationship problem appear depressed and frustrated. Penis menyusut salah satu tanda tingkat testosteron rendah. Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto
Jakarta -

Testosteron memiliki peran penting untuk membentuk otot dan mempengaruhi dorongan seksual pada pria. Menurut Bradley Anawalt, MD, seorang dokter spesialis endokrin dari University of Washington, menyebutkan bahwa saat tingkat testosteron menurun, terdapat masalah kesehatan yang bisa saja muncul.

Biasanya, untuk mengetahui tingkatan testosteron, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter. Namun, terdapat gejala yang bisa dirasakan oleh pria saat testosteron berada dalam tingkatan rendah. Berikut 4 tanda yang kerap dialami pria saat testosteronnya berada pada tingkatan rendah, seperti dikutip dari laman News24.

1. Hilangnya dorongan seksual

Efek paling umum yang terjadi pada pria saat mengalami penurunan testosteron adalah hilangnya dorongan seksual. Faktanya, Philip Werthman, MD, direktur Center for Male Reproductive Medicine and Vasectomy Reversal di Los Angeles, menyebutkan kebanyakan dari pasiennya yang diduga mengalami penurunan testosteron melaporkan hal yang sama. Hilangnya libido atau dorongan seksual ini nantinya akan memiliki pengaruh terhadap ereksi.

2. Penyusutan otot

Testosteron memiliki peran untuk membentuk otot dengan membantu tubuh memproduksi protein yang dapat membentuk serta meningkatkan massa otot. Dijelaskan oleh Dr Werthman, saat kadar testosteron menurun, tubuh justru akan menghancurkan jaringan otot. Saat hal itu terjadi, pria biasanya akan mengalami kesulitan membentuk otot saat berolahraga, kemudian setelah beberapa minggu, massa otot akan mengalami penurunan.

3. Ukuran penis mengecil

Tanpa adanya aliran testosteron yang stabil, jaringan pada penis, skrotum, dan testis akan mengalami penyusutan. Walhasil, ukuran penis menjadi terlihat lebih kecil. Selain itu, testis juga bisa menyusut hingga setengah dari ukuran aslinya. Meski terapi penggantian testosteron tidak akan mengembalikan ukuran testis, studi di Indian Journal of Urology menemukan bahwa terapi testosteron masih bisa meningkatkan ukuran penis hingga satu setengah inci.

4. Perut buncit

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Australia, pria yang mengidap kanker prostat dilaporkan mengalami peningkatan lemak tubuh hingga 14 persen dan mengalami kenaikan lemak visceral sebanyak 22 persen setelah satu tahun menjalani terapi pengurangan androgen yang menyebabkan turunnya kadar testosteron.

Lemak visceral merupakan lemak pada perut bagian dalam yang terbentuk di sekitar organ dan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes serta penyakit jantung. Pada pria, turunnya kadar testosteron dapat meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase, yakni senyawa yang dapat membentuk lipid menjadi sel lemak visceral, sehingga perut menjadi buncit.



Simak Video "Selain Bikin Tak Bisa Ereksi, Kebiri Kimia Juga Ancam Nyawa Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(Ardela Nabila/kna)