Senin, 29 Mar 2021 19:36 WIB

Mengapa Puting Payudara Wanita Bisa Mengeras? Ini Penjelasannya

Ardela Nabila - detikHealth
Ilustrasi kanker payudara Foto: iStock
Jakarta -

Kebanyakan dari wanita mungkin tidak terlalu memikirkan putingnya. Namun, sering kali puting payudara mengeras seketika, seperti saat sedang berolahraga atau saat suhu ruangan menurun dan berubah dingin.

Mengutip laman Shape, sama seperti ukuran payudara yang berbeda pada setiap wanita, alasan mengapa puting mengeras ternyata juga bisa berbeda-beda pula.

Menurut Michelle Lee, MD, ahli bedah plastik di Beverly Hills, California, ini terjadi karena terdapat otot kecil di bawah puting dan areola yang dapat menarik kulit di sekitar puting. Efeknya puting menjadi keras dan tampak keluar.

Dijelaskan Dr Lee, saat terjadi rangsangan sistem saraf yang turut menyebabkan jantung berdegup lebih kencang, tubuh terasa merinding, dan telapak tangan berkeringat, akan memberikan sinyal pada saraf di otot kecil tersebut yang menyebabkan puting mengeras.

Dokter kandungan Heather Irobunda, MD, di Queens, New York, mengatakan saat terstimulasi secara seksual, dari stimulasi fisik maupun stimulasi psikologis, bagian tertentu pada otak akan memberikan efek pada otot-otot tersebut sehingga puting jadi ereksi.

Faktanya, sebuah studi menemukan bahwa stimulasi puting pada wanita dapat mengaktifkan korteks sensorik genetik, yakni bagian pada otak yang juga terangsang oleh stimulasi klitoris, vagina, dan serviks.

dr Irobunda juga mengatakan bahwa puting memiliki jaringan ereksi yang menerima peredaran darah. Saat korteks sensorik genetik aktif, aliran darah tersebut dapat menyebabkan jaringan tersebut menjadi keras dan kaku.

Selain stimulasi seksual, puting payudara juga bisa mengeras saat suhu ruangan sedang rendah. Hal ini disebabkan oleh otot-otot kecil yang berada di bawah kulit berkontraksi untuk mendapatkan udara hangat di sekitar kulit.

Terkadang, hormon juga dapat menyebabkan puting menjadi keras, seperti saat sedang menstruasi atau ovulasi. Sebab, pada masa ini terjadi perubahan tingkat hormon, terutama estrogen yang dapat menyebabkan puting menjadi lebih sensitif. Ibu hamil dan sedang menyusui juga kerap mengalami puting mengeras yang disebabkan oleh hormon.

"Selama masa menyusui, stimulasi mekanis puting yang didapat dari bayi dapat menyebabkan tubuh melepaskan oksitosin, yaitu hormon yang terdapat pada kelenjar susu untuk merangsang kontraksi dan mendorong susu agar keluar dari puting," kata Dr Lee.



Simak Video "Kenali 4 Hormon Bahagia Agar Imun Tubuh Meningkat!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)