Sabtu, 08 Mei 2021 21:00 WIB

Catat! 5 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Miss V Berbau Tidak Sedap

Ardela Nabila - detikHealth
peterseli dimasukin ke vagina 5 hal yang menjadi penyebab vagina berbau tak sedap. (Foto: iStock)
Jakarta -

Setiap wanita memiliki bau vagina yang berbeda-beda. Bau pada area vagina umumnya dipengaruhi oleh keringat yang ada di sekitarnya, makanan yang dikonsumsi setiap hari, atau faktor lain.

Sering kali bau pada area vagina berubah-berubah, mulai dari baunya yang sangat menyengat, asam, atau bahkan bau tidak sedap. Namun, wanita tak perlu khawatir dengan perubahan bau tersebut.

Dikutip dari laman Health, berikut 5 hal umum yang menyebabkan perubahan bau pada vagina secara tiba-tiba.

1. Menstruasi

Menurut Jennifer Landa, MD, obgyn dari BodyLogicMD di Orlando, Florida, Amerika Serikat, perubahan bau pada vagina selama wanita mengalami menstruasi merupakan hal yang wajar. Pasalnya, selain darah, terdapat pula jaringan yang keluar dari uterus. Selain itu, ada pula bakteri dari uterus yang ikut keluar selama menstruasi.

Pada masa akhir menstruasi di mana darah yang keluar tidak sebanyak di awal, biasanya bau vagina akan semakin tajam. Sebab, ketika darah yang keluar dari uterus semakin sedikit, maka ia akan bercampur dengan bau penyebab bakteri, sehingga sering kali tercium bau amis.

2. Berhubungan intim

Bau yang muncul pada vagina usai bercinta umumnya disebabkan oleh campuran keringat dan sekresi vagina yang diproduksi oleh tubuh selama bercinta. Air mani atau cairan semen juga memiliki baunya sendiri. Ketika cairan semen bercampur dengan bakteri yang ada di vagina, hal tersebut bisa menyebabkan bau tajam yang juga normal.

Biasanya, bau tajam tersebut berupa bau amis menyengat. Namun, apabila bau tersebut diikuti dengan munculnya keputihan, nyeri, dan/atau gatal, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bisa saja hal tersebut menandakan adanya infeksi pada vagina.

3. Makanan yang dikonsumsi

Sama seperti ketika makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi bau napas, makanan juga bisa mempengaruhi bau pada area vagina. Salah satu makanan yang menyebabkan bau di area vagina adalah bawang dan daging. Zat pada sejumlah makanan tersebut bisa mempengaruhi sekresi vagina dan bau keringat serta urine. Namun, ketika tubuh sudah selesai memetabolisme makanan tersebut, baunya akan segera hilang.

4. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual biasanya disebabkan oleh bakteri, seperti klamidia dan gonorrhea, yang bisa memicu munculnya bau tidak sedap pada vagina. Tanda lain seseorang mengalami hal ini adalah nyeri yang terasa pada saat buang air kecil dan keputihan yang berwarna kekuningan atau kehijauan.

5. Infeksi jamur

Ciri umum kamu mengalami infeksi jamur di area vagina adalah gatal dan iritasi, serta keputihan yang tebal dan banyak. Terkadang, infeksi jamur juga menyebabkan bau pada vagina. Apabila muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter untuk dilakukan pengobatan.



Simak Video "Muncul Infeksi Jamur Kuning di India, Susul Kasus Jamur Hitam-Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)