Senin, 31 Mei 2021 05:29 WIB

Mengalami Gejala Ini? Tandanya Terlalu Sering Bercinta, Perlu Break Sementara

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed Ilustrasi seks (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Sebenarnya tidak ada ukuran pasti seberapa sering normalnya seseorang berhubungan seks. Namun ada kondisi tertentu yang menandakan bahwa frekuensi bercinta perlu dikurangi.

Pada wanita, risiko utama ketika hubungan seks mulai berlebihan adalah nyeri di area Miss V. Terkadang disertai pembengkakan yang berlebih.

"Dengan banyak stimulasi seks, Miss V dan labia akan dipenuhi aliran darah, dan ini bisa memicu pembengkakan berlebih dan nyeri saat kontak seksual," jelas Sherry A Ross, pakar kesehatan seksual, dikutip dari Health.com.

Dampak lainnya adalah berkurangnya lubrikasi atau pelumasan. Akibatnya, rasa nyeri semakin tidak terhindarkan ketika terjadi kontak seksual.

"Jika Anda tidak mendapat cukup foreplay agar terangsang dan 'basah', Miss V akan kering dan membuat seks jadi menyakitkan," katanya.

Jika mengalaminya, disarankan untuk break atau 'puasa' terlebih dahulu sampai kondisi membaik. Jika diperlukan, tidak ada salahnya menggunakan produk pelumas untuk mengurangi luka akibat gesekan pada sesi bercinta berikutnya.



Simak Video "Seks Anal dari Kacamata Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)