Senin, 31 Mei 2021 19:08 WIB

Kecanduan Masturbasi Bikin 'Gengges'? Begini Cara Mengatasinya

Ardela Nabila - detikHealth
fantasi seksual Foto: iStock
Jakarta -

Melakukan seks solo memang tidak ada salahnya. Faktanya, masturbasi justru memiliki manfaat bagi kehidupan seks seseorang. Namun, apabila sudah kecanduan masturbasi, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian.

Kecanduan masturbasi sendiri merupakan istilah yang mengarah pada kondisi di mana seseorang melakukan masturbasi secara berlebihan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sering masturbasi bukan berarti seseorang sudah masuk ke dalam kategori kecanduan.

Lalu, apa yang menandakan bahwa seseorang telah kecanduan masturbasi? Berikut tanda-tanda seseorang sudah kecanduan masturbasi.

- Menghabiskan banyak waktu dan energi untuk masturbasi
- Masturbasi mengganggu kegiatan di rumah, pekerjaan, dan kehidupan personal
- Membatalkan pertemuan, acara, dan janji untuk masturbasi
- Melakukan masturbasi di tempat umum atau tempat tidak nyaman karena tidak bisa menunggu hingga sampai di rumah
- Melakukan masturbasi meski sedang tidak terangsang
- Saat merasakan emosi negatif, seperti marah, cemas, stres, atau sedih, masturbasi menjadi solusi untuk menenangkan diri
- Masturbasi meski sedang tidak ingin melakukannya
- Tidak bisa berhenti memikirkan masturbasi.

Di samping dampak buruknya ketika seseorang kecanduan seks solo, memang diketahui ada manfaat masturbasi bagi kesehatan, seperti meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa stres. Pasalnya, masturbasi bisa membuat seseorang merasa lebih rileks.

Jika sudah kecanduan, bagaimana caranya agar bisa berhenti?

Apabila telah kecanduan, sejumlah orang mampu untuk menyetop dan mengontrol dirinya sendiri agar tidak melakukan masturbasi. Namun, ada pula yang mengalami kesulitan, sehingga membutuhkan pertolongan serta dukungan tenaga profesional.

Berikut 3 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan masturbasi, seperti dikutip dari Healthline.

1. Terapi

Terapi bisa menjadi pilihan utama bagi orang yang sudah merasakan dampak buruk masturbasi terhadap kehidupan. Biasanya, terapis atau ahli yang bersangkutan akan menanyakan sejumlah pertanyaan guna menentukan apakah pasiennya betul-betul kecanduan.

Mereka juga akan membantu memecahkan akar yang menjadi penyebab perilaku berlebihan tersebut serta mencarikan solusi untuk menyetop atau mengurangi kecanduan masturbasi.

2. Kelompok pendukung

Banyak kelompok pendukung untuk mereka yang memiliki kecanduan akan suatu hal. Seorang terapis atau dokter biasanya akan memberikan rekomendasi kelompok tertentu. Adapun kelompok pendukung yang bisa ditemukan secara online.

3. Pengobatan

Meski tidak terdapat pengobatan untuk mengatasi kecanduan masturbasi, umumnya perilaku berlebihan ini berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan. Pada kasus ini, maka pengobatan bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalahnya.



Simak Video "Aman Nggak Kalau Masturbasi Keseringan?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)