Jumat, 25 Jun 2021 19:30 WIB

Seperti Apa Aroma Miss V yang Sehat? Ini Penjelasan Dokter

Ardela Nabila - detikHealth
peterseli dimasukin ke vagina Penjelasan dokter terkait aroma miss V yang sehat. (Foto: iStock)
Jakarta -

Setiap wanita memiliki ciri khas aroma vagina yang berbeda-beda. Namun, perlu diingat bahwa vagina yang normal tidak beraroma wangi seperti buah-buahan atau bunga. Oleh karenanya, tidak perlu merasa tidak percaya diri karena aroma vagina yang khas.

Menurut Sherry Ross, MD, seorang obgyn sekaligus penulis buku, vagina memang memiliki aroma yang familiar. Akan tetapi, aromanya akan berubah-ubah tergantung kondisi vagina tersebut. Salah satu penyebab berubahnya aroma vagina adalah keputihan.

Lantas, seperti apa aroma normal vagina?

Sebenarnya sulit untuk menentukan aroma vagina yang sehat, sebab setiap wanita memiliki aroma yang berbeda. Namun, biasanya wanita akan langsung menyadari apabila terdapat perubahan aroma pada area kewanitaannya.

"Setiap wanita biasanya akan menyadari perasaan aneh apabila vagina mengeluarkan aroma asing yang berbeda dari biasanya. Vagina memang sensitif terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, jadi apapun yang mempengaruhi keseimbangannya akan memengaruhi aroma, jenis keputihan, serta konsistensinya," kata dr Ross, dikutip dari Health, Jumat (25/6/2021).

Perubahan aroma pada vagina pun bisa disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah penggunaan antibiotik, frekuensi bercinta, tingkat hormon karena kehamilan, menyusui, dan juga menopause.

Infeksi pada vagina, termasuk yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan infeksi menular seksual, juga bisa menjadi kemungkinan penyebab aroma vagina yang 'normal' tersebut berubah menjadi aneh dan tidak sedap.

"Faktor-faktor tersebut tidak hanya menyebabkan aroma yang aneh, tetapi juga bisa menimbulkan gejala yang membuat tidak nyaman," tutur dr Ross.

Bagaimana cara mengetahui bahwa perubahan aroma pada vagina menandakan masalah kesehatan?

Jika perubahan pada aroma vagina sudah mengganggu, seperti beraroma amis yang kuat, kemudian diikuti dengan gejala lainnya, mulai dari gatal, nyeri, kemerahan, dan bengkak, maka perlu diwaspadai.

Pasalnya, hal tersebut bisa menandakan bahwa kamu mengalami infeksi vagina dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Selain itu, makanan tertentu yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa menyebabkan vagina mengalami perubahan yang tidak seperti biasanya karena bisa mengganggu tingkat keasamannya.

Terakhir, dr Ross juga mengingatkan untuk terus menjaga kebersihan area kewanitaan untuk menjaga agar vagina terbebas dari pertumbuhan bakteri, sehingga vagina terhindar dari aroma yang mengganggu dan membuat tidak nyaman.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)