Jumat, 28 Mei 2021 19:01 WIB

Punya 7 Jenis Aroma, Kenali Ciri-ciri Bau Miss V yang Tak Sehat

Ardela Nabila - detikHealth
ilustrasi vagina Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Pernah bertanya-tanya mengapa vagina mengeluarkan bau yang khas? Ternyata, bau pada area kewanitaan merupakan hal yang normal, lho. Pasalnya, pada area vagina terdapat berbagai bakteri dan jamur baik.

"Sama seperti usus, vagina memiliki mikrobioma yang terdiri dari berbagai bakteri dan jamur, bahkan banyak dari mereka yang memang dibutuhkan oleh vagina," kata Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis obstetri dan ginekologi di Yale University School of Medicine.

Meski demikian, terkadang kamu mungkin pernah mengalami munculnya bau yang berbeda dari biasanya dan cenderung tidak sedap. Umumnya, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari keringat hingga infeksi.

Dikutip dari laman Women's Health, berikut 7 bau pada vagina yang menandakan kondisi tertentu bagi kesehatan kewanitaan.

1. Bau amis

Apabila vagina tercium amis, penyebab utama yang harus diwaspadai adalah karena vaginosis bakterialis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kondisi ini merupakan infeksi yang paling umum terjadi pada wanita berusia antara 15-44 tahun.

Infeksi ini bisa terjadi ketika tingkat keasaman vagina tidak lagi seimbang karena adanya bakteri jahat. Jika bau amis pada vagina berlangsung lebih dari seminggu, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Bau asam

Wanita yang mengalami infeksi jamur mungkin akan mendapati vaginanya berbau tidak sedap. Meski kebanyakan infeksi jamur tidak akan mengeluarkan bau menyengat, lendir tebal yang keluar dari vagina merupakan penyebab munculnya bau tidak sedap.

Apabila kamu merasa adanya kemerahan pada area vagina, atau terasa nyeri ketika buang air kecil, maka kemungkinan ini penyebabnya.

3. Bau menyengat

Aroma menyengat pada area kewanitaan umumnya disebabkan oleh keringat dan keputihan yang ada di celana dalam. Biasanya bau ini muncul setelah wanita beraktivitas berat, seperti olahraga. Namun, aroma menyengat ketika berkeringat ini bisa diminimalisir dengan memilih jenis celana dalam berbahan katun.

4. Bau tembaga

Saat menstruasi, vagina akan mengalami perubahan tingkat keasaman yang bisa menyebabkan timbulnya bau tidak sedap, seperti bau logam atau tembaga. Untuk mencegah baunya agar tidak semakin parah, kamu bisa rutin membersihkan area kewanitaan untuk menetralkan kembali pH vagina. Namun, perlu diingat untuk tidak menggunakan sabun dengan wewangian.

5. Bau kimiawi

Aroma kimiawi, seperti aroma pemutih, bisa saja disebabkan oleh urine. Apalagi bagi mereka yang mengalami dehidrasi. Vaginosis bakterialis dan hubungan intim juga bisa menyebabkan vagina mengalami perubahan aroma.

6. Bau manis

Jika kamu menyadari vagina berbau manis, mungkin makanan yang dikonsumsi dan infeksi jamur merupakan penyebabnya. Pasalnya, beberapa makanan, seperti buah citrus dan bawang, memang bisa menyebabkan vagina beraroma manis.

7. Bau seperti busuk

Tampon yang tertinggal di dalam vagina selama berhari-hari bisa menyebabkan area kewanitaan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Sebab, bakteri akan tumbuh dan berkembang biak di dalam vagina. Apabila kamu menggunakan tampon saat menstruasi, pastikan bahwa tampon sudah benar-benar keluar dari dalam vagina.



Simak Video "Mengenal Varian Corona 'Delta' India yang Mendominasi di Jakarta-Kudus "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)