Selasa, 06 Jul 2021 18:41 WIB

Oh.. Ini Alasan Pentingnya Buang Air Kecil Usai Bercinta

Ardela Nabila - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Sehabis bercinta, sejumlah pasangan sering kali memilih untuk bersantai bersama sebelum tidur, tetapi tak sedikit juga yang memilih langsung untuk tidur. Yang terpenting adalah sebelum kembali beraktivitas pasca berhubungan seks, jangan lupa untuk buang air kecil terlebih dahulu.

Memangnya seberapa penting sih buang air kecil usai berhubungan intim? Menurut ahli ginekologi Alyssa Dweck, MD dan profesor klinis serta ahli obstetri dan ginekologi Mary Jane Minkin, MD, buang air kecil pasca seks sangat penting.

Manfaat utama dari buang air kecil sesudah bercinta adalah untuk mengeluarkan bakteri yang kemungkinan masuk ke uretra selama bercinta. Selain itu, aktivitas ini juga bisa mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

Apabila infeksi terjadi, maka biasanya gejala yang akan timbul adalah nyeri saat buang air kecil, sering merasa ingin buang air kecil, dan urine berwarna keruh.

Infeksi saluran kemih memang rentan terjadi, terutama lantaran uretra, vagina, dan anal terletak pada area yang berdekatan dengan satu sama lain.

"Uretra, yakni saluran dari kandung kemih pada wanita, terletak sangat dekat dengan vagina yang penuh dengan bakteri," ujar dr Minkin, dikutip dari laman The Healthy.

Selain itu, dr Dweck menambahkan bahwa uretra juga dekat dengan area anal yang memang terdapat banyak sekali bakteri. Saat berhubungan seks, bakteri tersebut bisa mendekat ke uretra dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

"Berbagai aktivitas berbeda, termasuk seks, bisa memfasilitasi bakteri dari anal ke arah uretra dan menyebabkan infeksi. Ini lah alasan mengapa wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih daripada pria," tambah dr Dweck.

Alasan lainnya mengapa buang air kecil menjadi sangat penting usai bercinta adalah karena saat penetrasi akan terjadi penekanan pada uretra yang bisa menyebabkan iritasi. Iritasi ini bisa menyebabkan bakteri masuk ke dalam uretra melalui kandung kemih, sehingga infeksi rentan terjadi.

Bagaimana dengan pria?

Sementara itu, bagi pria yang sering terlibat dengan seks anal, maka mereka memiliki kemungkinan ujung penisnya terpapar oleh bakteri. Hal ini lah yang menyebabkan pria juga berisiko terkena infeksi saluran kemih.

Meski demikian, kasus infeksi yang terjadi pada pria tidak banyak terjadi. Sebab, terdapat jarak dari bagian dalam uretra ke bagian luarnya, sehingga bakteri tidak mudah masuk.



Simak Video "Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Cegah Pelecehan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)