Kamis, 22 Jul 2021 19:30 WIB

7 Perubahan pada Miss V Seiring Bertambahnya Usia

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Ilustrasi vagina. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sama seperti bagian tubuh lainnya, vagina akan mengalami beberapa perubahan seiring bertambahnya usia. Tak usah khawatir, karena perubahan ini tergolong normal dan tidak berbahaya.

Perubahan pada vagina ini bisa terjadi pada siapa saja dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Ada yang mengalaminya mulai dari usia 20-an, 30-an, bahkan 40-an.

Berikut adalah 7 hal yang bisa membuat perubahan pada vagina.

1. Memakai kontrasepsi

Vagina secara alami memiliki mesin pembersih diri dan pelumas diri. Saat terstimulasi, berbagai perubahan fisiologis memicu pelepasan cairan ekstra untuk membuat seks lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Terlepas dari semua manfaatnya, Alyssa Dweck, MD, asisten profesor klinis kebidanan di Mount Sinai School of Medicine menyebut penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan kekeringan pada vagina.

2. Mencukur rambut kemaluan

Mencukur rambut kemaluan terus-menerus terkadang dapat menyebabkan perubahan pada kulit atau pigmen.

Mencukur rambut kemaluan dengan cara yang kurang baik dapat menyebabkan iritasi dan jika ini berlangsung lama maka bisa berujung pada hiperpigmentasi.

3. Kehamilan

Saat hamil, beberapa wanita mungkin akan mengalami varises vulva. Hal ini terjadi akibat kelebihan aliran darah karena katup vena yang lebih lemah.

Varises vulva ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi di lain waktu dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Varises vulva biasanya hilang setelah melahirkan, tetapi mereka bisa menjadi permanen.

4. Melahirkan pervaginam

Hormon kehamilan seperti progesteron dapat mengendurkan vagina Anda bersama dengan bagian tubuh seperti ligamen dan sendi yang menopang rahim dan kandung kemih Anda.

Jika Anda melalui persalinan pervaginam, itu cenderung meregangkan sedikit lebih jauh di atas perubahan hormonal. Namun, vagina biasanya akan kembali ke bentuk semula setelah beberapa waktu.

5. Menopause

Beberapa wanita yang telah mengalami menopause memiliki rambut kemaluan yang lebih sedikit. Ini bisa dianggap sebagai hal yang baik bagi mereka yang tidak menyukai rambut kemaluan.

6. Perubahan labia karena menopause

Selama menopause, labia bisa menjadi lebih kecil dan pucat, seperti menyusut dan tidak lagi memiliki warna. Seperti banyak perubahan vagina lainnya, ini disebabkan oleh penurunan aliran darah seiring bertambahnya usia.

7. Menopause dapat membuat vagina Anda lebih kering

Ini adalah salah satu cara utama menopause dapat mempengaruhi seks. Menopause adalah fenomena penurunan estrogen, dan estrogen bertindak untuk melembabkan vagina dan menjaga jaringan dalam kondisi yang baik.

Tanpa tingkat estrogen yang biasa, jaringan vagina bisa menjadi kering dan kurang elastis, sehingga seks menjadi kurang menyenangkan.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)