Jumat, 06 Agu 2021 19:47 WIB

11 Ciri Seseorang Kecanduan Masturbasi, Mesti Segera Diajak Terapi!

Syifa Aulia - detikHealth
ilustrasi masturbasi Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Masturbasi adalah aktivitas seksual yang kontroversial. Banyak yang menilainya sebagai aktivitas normal, tetapi tetap lebih banyak yang melihat dampak negatifnya.

Dampak negatif umumnya dikaitkan dengan kebiasaan masturbasi secara berlebihan. Jika dilakukan secara berlebihan atau terlalu sering, itu tandanya orang tersebut telah kecanduan masturbasi.

Kecanduan masturbasi adalah kondisi saat individu tidak dapat menahan dorongan psikologis dan fisiologis untuk melakukan masturbasi.

Meskipun menyadari bahayanya, orang yang telah kecanduan akan tetap menuruti hasrat seksualnya. Kondisi ini mirip dengan gangguan adiktif lainnya yang dilakukan terus-menerus.

Dikutip dari Verywell Mind, Jumat (06/08/2021) penyebab seseorang mengalami kecanduan biasanya karena memiliki depresi atau gangguan kecemasan. Sehingga ia melakukan masturbasi untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Dirangkum dari Choosing Therapy, berikut ini merupakan tanda-tanda yang dimiliki oleh pecandu, seperti:

  1. Menghabiskan banyak waktu hanya untuk masturbasi
  2. Menghindari kerumunan dan memilih menyendiri. Pecandu biasanya memilih untuk pulang ke rumah daripada harus menghadiri acara.
  3. Sering melakukannya di tempat umum karena hasrat seksual yang tidak tertahan.
  4. Merasa bersalah dan menyesal setelah melakukannya
  5. Sering memikirkan kegiatan masturbasi
  6. Bertujuan untuk mengatasi emosi negatif
  7. Merasa malu ketika sedang membicarakan masturbasi dengan orang lain
  8. Berkurangnya kontrol impuls atau dorongan hati
  9. Kepekaan hilang
  10. Memiliki stimulasi yang berlebihan
  11. Disfungsi seksual atau selalu merasa tidak puas dalam hal seksual

Jika hal itu terjadi, disarankan untuk segera mengambil tindakan penyembuhan dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau terapis.

Orang yang telah menjadi pecandu masturbasi sebenarnya dapat disembuhkan dengan melakukan terapi, minum obat, dan mengubah gaya hidup.

Tetapi, biasanya sulit untuk dilakukan karena pecandu merasa malu berkonsultasi kepada dokter atau terapis. Faktor lainnya karena pecandu tidak memiliki motivasi untuk sembuh.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)