Jumat, 20 Agu 2021 20:26 WIB

Posisi Seperti Ini Bikin Miss V Lebih 'Berisik' Saat Bercinta

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer
Jakarta -

Kentut vagina atau dikenal juga sebagai queef adalah hal yang terjadi ketika udara yang terperangkap keluar dari vagina. Kondisi ini adalah hal yang umum dan paling sering terjadi setelah aktivitas seksual atau olahraga.

Ahli obstetri dan ginekologi Dr Sheila Loanzon mengatakan queef terjadi karena reaksi labia mayora. Saat seseorang melakukan hubungan seks dengan posisi terbuka, maka risiko terjadinya queef juga semakin besar.

"Suara itu berasal dari getaran labia mayora, yang meliputi vulva dan bibir vagina," ujarnya.

Ketika sesuatu dimasukkan ke dalam vagina, hal itu dapat membuat udara terperangkap di dalamnya. Sejumlah posisi seks juga ternyata dapat memengaruhi queef yang terjadi pada wanita.

Ia melanjutkan, posisi seperti doggy-style dan woman on top dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap queefing daripada posisi yang lain.

Selain itu, seseorang risiko mengalami queefing juga lebih tinggi ketika pasangan melakukan manuver tertentu seperti berganti posisi terlalu cepat atau terlalu banyak bergerak saat berhubungan intim.

Meski demikian, Christine Greves, MD, seorang ob-gyn dari Florida menyebut tidak ada posisi seks khusus yang dapat mencegah queefing. Namun, posisi berbaring adalah salah satu yang risiko queefing-nya paling rendah.

"Sayangnya, tidak ada posisi seks khusus yang dapat mencegahnya. Tapi kapan pun vagina Anda berada dalam posisi yang lebih terbuka, itu bisa meningkatkan risiko menciptakan queef," ucap Dr Greeves



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)