Jumat, 27 Agu 2021 20:40 WIB

Kalau Manfaatnya Seperti Ini, Rambut Kemaluan Perlu Dicukur Nggak?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
razor, bar of sudsy soap on shiny wet gray surface. Rambut kemaluan perlu dicukur? (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Rambut kemaluan adalah rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin sebagai tanda pubertas. Selama masa pubertas, tubuh menjadi matang secara seksual dan fluktuasi hormon mengakibatkan perubahan fisik seperti lebih banyak rambut tubuh, misalnya rambut ketiak, rambut wajah, dan rambut kemaluan.

Seperti kebanyakan rambut di tubuh, rambut kemaluan dianggap memiliki beberapa manfaat perlindungan.

"Ini (mungkin bertindak) sebagai penjaga gerbang untuk mencegah kotoran memasuki vagina," kata Sherry Ross, M.D., seorang ob-gyn di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Ia menambahkan, rambut kemaluan mungkin juga berfungsi sebagai semacam bantalan untuk melindungi bagian genital dari gesekan dari seks atau bentuk olahraga lainnya. Rambut kemaluan juga menjaga bagian genital agar tetap hangat.

Namun, semua ini tidak berarti bahwa ada yang salah dengan memilih untuk memangkas atau menghilangkan rambut kemaluan.

Teori lain seputar tujuan rambut kemaluan berkaitan dengan feromon, atau bahan kimia yang diproduksi tubuh untuk mengirim pesan bawah sadar ke pasangan.

"Satu teori adalah bahwa Anda menghasilkan feromon, yang kemudian dijebak oleh rambut kemaluan Anda. Masuk akal bahwa bau dari rambut kemaluan dapat memikat pasangan Anda secara seksual," kata Dr Ross.

Selain itu, banyak ilmuwan berpikir kelenjar keringat apokrin yang berlimpah di daerah yang memiliki banyak folikel rambut seperti daerah kemaluan dapat menghasilkan feromon.

Menurut sebuah artikel di Journal of Advanced Research, kelenjar ini tidak benar-benar mulai bekerja sampai pubertas.

Meski rambut kemaluan memiliki manfaat tersendiri, ada berbagai alasan mengapa orang memutuskan untuk mencukur bulu kemaluan. Tetapi, banyak di antaranya yang berakar pada mitos kesehatan seksual.

"Bagi banyak (pasien saya), memiliki lebih sedikit rambut kemaluan menandakan (vulva) yang rapi dan bersih," kata Dr Ross.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]