Jumat, 27 Agu 2021 21:25 WIB

Ada Benarnya Juga Nih, Mr P Terlalu Pendek Kurang 'Jos' Menurut Riset Ini

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi ereksi Benarkah ukuran penis tidak penting? (Foto: iStock)
Jakarta -

Pria mungkin sering mendengar bahwa ukuran organ seksual tidak penting dalam memuaskan pasangan saat berhubungan seksual. Faktanya, sebuah studi baru menemukan bahwa ukuran penis bisa berperan dalam memberikan kenikmatan seksual.

Penelitian yang dilakukan King's College London menemukan bahwa hanya dengan tambahan penis satu inci (2,54 cm) lebih panjang bisa lebih memberikan kenikmatan seksual bagi pasangan.

"Kami mulai dengan premis bahwa kedalaman penetrasi tidak akan menjadi masalah bagi kebanyakan wanita," ungkap para ahli dalam makalah yang diterbitkan di BJU International.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mencoba mengurangi kedalaman penetrasi satu inci dan menyebabkan penurunan kepuasan seksual secara statistik.

Penulis utama studi tersebut, David Veale, menekankan bahwa hasil penelitian tidak boleh disalahartikan bahwa peningkatan panjang penis pada pria normal akan meningkatkan kenikmatan seksual pada wanita.

Sebaliknya, mengurangi panjang penis untuk penetrasi vagina (mengurangi kedalaman penetrasi) saat berhubungan seks menurunkan kenikmatan seksual pada wanita.

Para peneliti menemukan bahwa mengurangi kedalaman penetrasi dengan pengurangan rata-rata 15 persen panjang penis bisa menyebabkan menurunnya kenikmatan seksual.

"Ada berbagai tanggapan individu, dengan sebagian kecil wanita yang melaporkan bahwa mengurangi kedalaman penetrasi lebih menyenangkan pada beberapa kesempatan," tulis peneliti dalam makalah tersebut.

Menurut peneliti, rata-rata panjang penis saat ereksi adalah 5,1 inci atau 13,1 centimeter dengan ketebalan rata-rata 4,59 inci atau 11,66 cm.

Para ahli menyimpulkan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Kami tidak bertanya tentang dampak kenikmatan seksual pada pria dalam mengurangi kedalaman penetrasi mereka dan bagaimana hal ini mengubah kepercayaan diri dan perilaku mereka dan ini mungkin penting dalam penelitian lebih lanjut," kata peneliti dalam makalah tersebut.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)