Minggu, 19 Sep 2021 09:00 WIB

Jangan Sampai Pilih Seks 'Jalur Belakang' Biar Nggak Hamil, Ini Risikonya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
young asian couple with relationship problem appear depressed and frustrated. Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto
Jakarta -

Hubungan intim melalui anal seks sempat menjadi perbincangan warganet dan menuai pro dan kontra. Banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan variasi seks yang tidak umum dilakukan, tetapi tak sedikit pula yang mengaku mendapatkan kesenangan dari hubungan intim melalui anal.

Secara medis pakar andrologi, seksologi dan anti-aging medicine Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd-KSAAM, menegaskan hubungan intim yang dianjurkan oleh medis dan minim risiko adalah melalui vagina.

Sementara hubungan seksual melalui anal memiliki banyak risiko, mulai dari lecet hingga penularan infeksi menular seksual, bahkan dalam kondisi sehat sekalipun tanpa memiliki riwayat penyakit Infeksi Menular Seksual seseorang bisa menimbulkan Infeksi Menular Seksual akibat dari anal seks.

"Risikonya perempuan akan mengalami rangsangan pada duburnya. Tekananan pada dubur menimbulkan perasaan tidak nyaman bisa luka lecet. Itu kalau keduanya sehat minimal itu yang terjadi," jelas dr Wimpie dalam program e-Life detikcom, Jumat (17/9/2021).

Sementara jika dalam kondisi pria memiliki penyakit Infeksi Menular Seksual, kemudian melakukan hubungan seksual melalui anal bisa menularkan penyakit kepada pasangannya dan bisa menyebabkan infeksi pada anus pasangan.

"Bisa pasanganya mengalami infeksi pada duburnya itu. Itu kalau si laki-laki mengalami penyakit infeksi pada kelaminnya," kata dr Wimpie.

Dijelaskan oleh dr Wimpie, risiko yang muncul tersebut karena memang fungsi dari anus sendiri tidak untuk berhubungan seks.

"Oleh karena memang bukan untuk hubungan seks. Itu ada reaksi dari pihak perempuan, beda sekali dengan vagina kalau perempuan terangsang," kata dr Wimpie.

Risiko Bakteri

Faktanya, dr Wimpie mengatakan, dalam kondisi sehat sekalipun tanpa seseorang memiliki riwayat atau mengidap penyakit menular seksual, hubungan seksual melalui anal justru bisa menimbulkan penyakit menular seksual.

"Jadi kan anus itu memang jalan keluar untuk pembuangan sisa makanan dalam bentuk feses karena ada sisa makanan bisa tercampur dengan bakteri juga walaupun orang itu sehat, tetapi di feses itu tidak sehat bisa dan bisa bercampur dengan bakteri," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dari hubungan anal seks tersebut bisa ada bakteri dari feses atau sisa makanan yang mencemari penis sehingga hubungan seks melalui vagina lebih disarankan secara medis.

"Akan berbeda dengan vagina, kalau vaginanya orang itu sehat ya vaginanya sehat, tetapi anus, walau orangnya sehat karena ada sisa makanan di dalam feses itu, maka itu bisa tercampur dengan bakteri dan itu tidak sehat," kata dr Wimpie.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)