Sabtu, 18 Sep 2021 10:00 WIB

Seks Menyimpang di 'Jalur Belakang' Penuh Risiko, Awas Banyak Bakteri!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close up of couple hands lie on bed relaxing in bedroom, lovers have intense sex or making love feeling orgasm and satisfaction, boyfriend and girlfriend enjoy foreplay on white sheets in the morning Ilustrasi seks. (Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes)
Jakarta -

Seksolog Prof Dr dr Wimpie Pangkahila mengungkap orang yang melakukan seks anal dalam kondisi sehat pun masih berisiko terinfeksi bakteri. Pasalnya, hubungan intim dilakukan melalui saluran atau jalan keluar pembuangan sisa makanan.

Beda dengan seks vaginal, organ intim wanita memang tempat seharusnya penetrasi dilakukan. Dalam kondisi sehat, tidak ada risiko apapun saat bercinta dengan pasangan, terkecuali yang bersangkutan tengah terinfeksi penyakit menular seksual atau virus seperti HIV.

"Iya benar jadi anus itu kan memang jalan keluar untuk pembuangan sisa makanan dalam bentuk feses, kotoran," ungkap dia dalam wawancara eLife Jumat (17/9/2021).

"Nah, di situ kan ada sisa makanan bisa tercampur dengan bakteri walaupun orang itu sehat tapi di feses itu kan tidak sehat, bisa tercampur dengan bakteri," sambung Prof Wimpie.

Penis tercemar

Kesimpulannya, mereka yang tetap nekat melakukan seks anal karena beragam alasan, memiliki risiko lebih besar terkait kesehatan. Baik dari mudah lecet, hingga infeksi bakteri dari sisa makanan di saluran pembuangan.

"Sehingga ketika melakukan hubungan anal seks bisa saja ada bakteri yang mencemari penis itu," bebernya.

"Berbeda dengan vagina, kalau vagina orang yang sehat ya vaginanya sehat, kalau ini anus karena ada sisa makanan di dalam feses itu, kotoran itu, maka kotoran itu tercampur dengan bakteri maka dia tidak sehat," pungkasnya.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)