Selasa, 21 Sep 2021 19:01 WIB

Segini Ternyata Rata-rata Ukuran Mr P Berdasarkan Usia

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi ereksi Ilustrasi penis. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sama seperti anggota tubuh lainnya yang bisa berubah bentuk dan ukuran seiring bertambahnya usia, alat kelamin pria pun bisa berubah bentuk dan ukuran. Ukuran dan bentuk yang berubah sebagian besar dipengaruhi oleh kadar testosteron.

Dikutip Webmd, Selasa (21/9/2021), di antara usia 9 dan 15 tahun terdapat kelenjar pituitari yang berfungsi untuk melepaskan hormon dan memberitahu tubuh agar mulai memproduksi testosteron.

Kemudian pubertas pun terjadi yang membuat perubahan, seperti mulai bertumbuhnya rambut kemaluan dan ukuran testis lebih besar serta skrotum yang menipis dan memerah.

Rata-rata ukuran penis berdasarkan usia

Dikutip Very Well Family, nyatanya, ukuran penis jarang menjadi tanda atau gejala adanya masalah medis. Secara umum, alat kelamin anak laki-laki akan mengalami perubahan ukuran, bahkan jika penis tampak kecil pada usia 14 tahun, masih ada peluang untuk tumbuh.

Menurut panduan praktis oleh dr. Lawrence Neinstein, terdapat kisaran ukuran penis berdasarkan usia. Namun, hal ini tidak disarankan menjadi acuan untuk mengukur apakah ukuran penis berkembang sesuai umur atau tidak. Sebaliknya, hal ini bisa digunakan sebagai acuan jika orang tua takut anak laki-lakinya terlambat mengalami pubertas.

Kisaran perkiraan penis yang tidak ereksi berdasarkan usia adalah sebagai berikut:

- Usia 10 hingga 11: 1,6 hingga 3,1 inci
- Usia 12: 2,0 hingga 4,0 inci
- Usia 13: 2,0 hingga 4,7 inci
- Usia 14: 2,4 hingga 5,5 inci
- Usia 15: 3,1 hingga 5,9 inci
- Usia 16: 3,9 hingga 5,9 inci
- Usia 17: 3,9 hingga 6,3 inci
- Usia 18: 4,3 hingga 6,7 inci

Sementara itu pada usia 18 hingga 19 tahun, biasanya hanya sedikit ukuran penis yang bertambah.

Ukuran penis tidak 'normal'

Diagnosis memiliki penis kecil yang tidak normal tidak bisa didiagnosa hanya dengan pemeriksaan fisik. Sebab, ukuran penis bisa berubah dan perubahannya pun tidak sama pada setiap orang.

Perlu diingat bahwa mungkin ada faktor selain pertumbuhan yang menyebabkan ukuran penis kecil. Misalnya, obesitas yang dialami saat masa kanak-kanak di mana lemak panggul yang berlebihan bisa membuat ukuran penis yang berukuran normal tampak lebih kecil.

Ukuran penis yang kecil terkadang dapat terjadi sebagai akibat dari kelainan genetik, seperti sindrom Klinefelter yang menghambat produksi testosteron selama perkembangan janin.

Jika seseorang memiliki banyak lemak di tulang kemaluan tepat di atas penis hal tersebut bisa membuat ukuran penis tampak lebih kecil. Seiring bertambahnya usia, bentuk penis mungkin bisa melengkung yang memengaruhi panjang dan ketebalan penis.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)