Senin, 27 Sep 2021 19:28 WIB

Rambut Kemaluan Tak Dicukur Bisa Bikin Muncul Kutu? Ini Kata Dokter

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Tick - parasitic arachnid blood-sucking carrier of various diseases on a human skin Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kutu biasanya hidup di area yang memiliki rambut, tak terkecuali rambut kemaluan. Dalam istilah medis kondisi ini disebut sebagai pediculosis pubis.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr Hanny Nilasari, SpKK(K), menjelaskan kutu memang bisa hidup di rambut kemaluan.

"Kutu itu tidak hanya di rambut kepala, tapi juga di semua bagian tubuh yang bisa berambut," kata dia dalam siaran live Instagram RSCM Kenanga, Senin, (27/9/2021).

Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan organ intim agar terhindar dari kutu. dr Hanny menyarankan setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat ingin menjaga kebersihan organ intim, terutama pada wanita.

1. Mencukur rambut kemaluan

Rambut kemaluan pada dasarnya tumbuh dengan fungsi tertentu. Namun, beberapa orang mungkin merasa kurang nyaman jika harus membiarkan rambut kemaluan tanpa mencukurnya.

dr Hanny menjelaskan bahwa mencukur rambut kemaluan boleh saja dilakukan tapi jangan dilakukan secara berlebihan.

"Digunting saja rambut kemaluannya, jangan dihabiskan," ujarnya.

2. Mencuci kemaluan

Cara mencuci daerah kemaluan yang paling baik adalah dengan air bersih. dr Hanny menyebut jika vagina adalah organ sensitif sehingga penggunaan bahan tertentu seperti yang ada pada sabun dapat mengganggu kestabilan tingkat keasamannya.

Cara mencuci daerah kemaluan yang benar adalah dengan mengusap dari arah depan ke belakang.

3. Gunakan celana dalam yang tepat

Pemilihan celana dalam juga dapat memengaruhi kesehatan organ intim wanita. Celana daalm tidak boleh terlalu ketat dan harus bisa menyerap keringat dengan baik, misalnya celana dalam yang terbuat dari bahan katun.



Simak Video "Jepang Temukan Virus Yoza yang Berasal dari Gigitan Kutu"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)