Jumat, 29 Okt 2021 19:04 WIB

Lagi-lagi Soal Masturbasi, Benarkah Bermanfaat? Ini Faktanya

Astika - detikHealth
ilustrasi masturbasi Masturbasi (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Masturbasi merupakan aktivitas yang memuaskan hasrat seksual sendiri. Biasanya dilakukan dengan cara menyentuh ataupun menstimulasi organ intim untuk mencapai orgasme.

Biasanya orang yang melakukan masturbasi sebagai alternatif untuk menyalurkan hasrat dalam berhubungan seksual. Namun, ada juga yang melakukannya dengan tujuan melatih self-love, mengenal tubuh, dan menghabiskan waktu berkualitas untuk diri.

Hingga saat ini, aktivitas masturbasi masih tergolong cukup kontroversial. Sebagian orang menganggap masturbasi sebagai hal normal, dan sebagian lainnya tidak. Selain pertimbangan pandangan sosial dan agama, secara kesehatan, masturbasi juga memiliki sisi positif dan negatif.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang diyakini sebagai efek positif masturbasi untuk otak:

  • Memicu pelepasan hormon dopamin (hormon kebahagiaan), endorfin (hormon penghilang stres), oksitosin (hormon cinta), dan testosteron (hormon peningkat libido)
  • Memperbaiki suasana hati (mood)
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi
  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur

Namun di balik itu semua, ada risiko yang harus ditanggung. Berikut di antaranya:

  • Masturbasi yang berlebihan dapat mempengaruhi hormon asetilkolin dan menyebabkan kehilangan memori
  • Kelelahan fisik yang menyebabkan linglung (tidak fokus)
  • Mengganggu penglihatan


Simak Video "Aman Nggak Kalau Masturbasi Keseringan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)