Senin, 15 Nov 2021 19:30 WIB

Pendarahan Tak Selalu Terjadi Saat Pertama Kali Berhubungan Seks, Ini Sebabnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Shot of an affectionate young couple spending some quality time together in their bedroom at home Foto: iStock
Jakarta -

Pendarahan saat pertama kali berhubungan intim ternyata tidak selalu terjadi pada wanita. Meski kondisi pendarahan usai bercinta umum, tidak semua wanita mengalaminya.

Selaput dara atau hymen merupakan membran tipis yang mengelilingi vagina. Tipe selaput dara akan mempengaruhi mudah atau tidaknya robekan pada saat melakukan hubungan seks pertama kali.

"Hymen (selaput dara) itu tidak selalu robek saat hubungan pertama, tergantung dari elastisitas selaput dara dan dari lubrikasi vagina," kata dr Risa Crisanti, SpBP-RE, spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari The Clinic Beautylosophy Cipete, Senin (15/11/2021).

dr Risa menjelaskan jika dalam keadaan rileks saat bercinta dan tidak ada keterpaksaan, vagina akan basah dan selaput dara bisa merenggang dan kencang. Keluarnya darah setelah berhubungan seksual bisa dipicu oleh gesekan yang terlalu keras pada vagina selama berhubungan seksual.

"Kalau kita dalam keadaan rileks, otot rileks dan selaput dara nggak robek, kalau robek pun satu sisi aja," bebernya.

Selaput dara juga memiliki banyak jenis dan akan berbeda pada setiap wanita. Ada perempuan dengan selaput dara mudah robek, tetapi juga ada yang tak robek sama sekali meski sudah berhubungan seksual.

"Tidak semua hubungan pertama itu harus berdarah, tergantung elastisitasnya dan lubrikasi vaginanya. kalau elstisitasnya baik, bisa tidak ada pendarahan saat malam pertama," jelas dr Risa.

Penyebab pendarahan saat berhubungan seksual bisa jadi karena vagina kering yang diakibatkan kurangnya lubrikasi atau pelumas. Faktor lain yang menyebabkannya juga karena kurangnya rangsangan saat berhubungan seks.



Simak Video "Kursi Ajaib!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)