ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Des 2021 19:42 WIB

Hati-Hati! 3 Posisi Bercinta Ini Bisa Bikin Mr P Cedera Serius

Hartaty Varadifa - detikHealth
banana with open skin in the tossed state on a dark background Penis patah (Foto: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin)
Jakarta -

Untuk memaksimalkan hubungan intim, kerap para pasangan melakukan berbagai posisi dalam bercinta. Tetapi beberapa posisi dapat mematahkan penis.

Sebagian orang menganggap bahwa penis salah satu anatomi yang tidak bisa patah lantaran tidak memiliki tulang. Padahal fenomena tersebut bisa terjadi namun, tidak sama seperti saat lengan atau kaki kamu patah.

Kondisi ini dikenal sebagai "penile fracture" atau patah tulang penis, yang biasa terjadi ketika penis kamu sedang ereksi dan menopang terlalu berat dan membungkuk dengan keras.

Lalu apa itu penile fracture atau patah tulang penis?

Patah tulang penis adalah pecahnya salah satu atau kedua tunika albuginea (selaput yang menutupi jaringan ereksi penis).

Hal ini disebabkan oleh kekuatan tumpul yang cepat pada penis ketika ereksi dan biasanya terjadi selama hubungan seksual, atau masturbasi yang agresif.

Posisi mana yang paling mungkin menyebabkan penis patah?

Pada penelitian International Journal of Impotence Research mengungkapkan bahwa posisi seksual paling berbahaya bagi pria yang tidak terlalu "eksotis."

Berikut 3 posisi bercinta yang dapat menyebabkan penis patah:

1. Doggy style

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gaya doggy adalah yang paling berbahaya mereka menemukan 41 persen kasus patah tulang penis terjadi karena posisi ini.

2. Missionary

Di urutan kedua adalah misionaris, dengan pria di atas, menyebabkan 25 persen patah penis.

3. Woman on top

Dalam sebuah penelitian di Brasil, setengah dari semua patah tulang penis yang terjadi saat berhubungan seks berasal dari posisi wanita di atas.

Studi dari Leonardo Reis, M.D., Ph.D menyebutkan bahwa posisi ini bisa menyebabkan patah penis karena ketika perempuan di atas, dia mengontrol gerakan, dan seluruh berat tubuhnya berada di penis yang sedang ereksi.

Selain itu, jika ada kesalahan, dia mungkin tidak dapat menghentikannya tepat waktu.

Maka dari itu untuk mengurangi risiko patah penis kamu harus memastikan bahwa benar-benar ereksi sebelum melakukan penetrasi. Jika tidak, penis mungkin lebih cenderung berputar atau terpuntir, sehingga dapat meningkatkan risiko patah penis.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT