Kamis, 31 Mar 2022 20:30 WIB

Wajib Tahu! 5 Penyebab Lemah Syahwat dan Cara Mengatasinya

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Ilustrasi penyebab dan cara mengatasi lemah syahwat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Lemah syahwat atau disfungsi ereksi dan impotensi merupakan masalah yang sangat serius pada pria. Sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine mencatat risiko lemah syahwat meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan lebih tinggi pada pria yang juga telah didiagnosis dengan satu atau lebih faktor risiko kardiovaskular.

Lemah syahwat sering memiliki efek negatif pada kehidupan seks dan dapat menyebabkan depresi, stres tambahan hingga krisis percaya diri. Dikutip dari Healthline, berikut ini informasi lengkap mengenai penyebab lemah syahwat yang penting diketahui dan cara mengatasinya.

Penyebab lemah syahwat

1. Penyakit endokrin

Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati dan banyak lagi. Diabetes adalah contoh penyakit endokrin yang dapat menyebabkan mengalami lemah syahwat. Diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin.

Salah satu komplikasi yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan saraf. Ini mempengaruhi sensasi penis. Komplikasi lain yang terkait dengan diabetes termasuk gangguan aliran darah dan kadar hormon, kedua faktor ini dapat berkontribusi pada lemah syahwat.

2. Gangguan saraf

Beberapa kondisi neurologis dapat meningkatkan risiko lemah syahwat. Kondisi saraf mempengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi. Hal ini dapat mencegah mencapai ereksi.

Gangguan neurologis yang berhubungan dengan lemah syahwat meliputi:

  • Penyakit alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Tumor otak atau tulang belakang
  • Sklerosis multipel (MS)
  • Stroke

3. Konsumsi obat tertentu

Beberapa jenis obat tertentu juga dapat mempengaruhi aliran darah yang kemudian menjadi penyebab lemah syahwat. Meski begitu, ingatkan para pria untuk tidak sembarangan berhenti minum obat tanpa izin dokter. Lakukan konsultasi terlebih dahulu jika keluhan disfungsi ereksi yang dialami cukup mengganggu.

4. Kondisi terkait jantung

Kondisi yang mempengaruhi jantung dan kemampuannya untuk memompa darah dengan baik dapat menyebabkan lemah syahwat. Tanpa aliran darah yang cukup ke penis, tidak dapat mencapai ereksi. Kolesterol tinggi dan hipertensi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko lemah syahwat.

5. Faktor gaya hidup dan gangguan emosional

Untuk mencapai ereksi, pria harus terlebih dahulu melalui apa yang dikenal sebagai fase kegembiraan. Fase ini salah satunya dapat berupa respons emosional. Jadi, jika pria memiliki gangguan emosional, itu akan mempengaruhi kemampuannya 'bersemangat' secara seksual.

Depresi dan kecemasan juga berhubungan dengan peningkatan risiko lemah syahwat. Depresi terjadi ketika ada perasaan sedih, kehilangan harapan atau ketidakberdayaan yang intens. Kelelahan yang berhubungan dengan depresi juga dapat menyebabkan lemah syahwat.

Terkait faktor gaya hidup, berlebihan konsumsi minuman alkohol dikatakan dapat mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

Cara mengatasi lemah syahwat

Gangguan lemah syahwat yang terjadi secara sesekali (misalnya saat pria sedang kelelahan atau stres), tidak memerlukan tindakan tertentu. Ini menjadi masalah ketika terus terjadi setiap kali hendak melakukan hubungan seks.

Beberapa cara mengatasi lemah syahwat yang dapat dilakukan diantaranya dengan mengonsumsi obat-obatan dan terapi hormon testosteron. Tentunya ini hanya berdasarkan resep dokter yaa.

Apabila penyebab lemah syahwat dipengaruhi oleh faktor psikis, maka sebaiknya lakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater. Baiknya ini segera diatasi agar tidak mengganggu kehidupan seksual lebih jauh.



Simak Video "Jangan Sembarangan Bercinta di Bulan Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(Dzihni Ismah Hanifah/naf)