Rabu, 13 Apr 2022 03:30 WIB

Stop! Seksolog Tak Sarankan Bercinta Mepet Sahur, Ini Alasannya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Alarm clock in bed Seks mepet sahur ada risikonya (Foto: Getty Images/iStockphoto/tolgart)
Jakarta -

Selama Ramadan, pasti ada banyak penyesuaian terkait rutinitas bercinta. Menemukan ritme yang pas adalah tantangan tersendiri, tapi yang pasti tidak disarankan bercinta mepet waktu sahur.

Bukan tanpa alasan, psikolog seksual Zoya Amirin menekankan bahwa faktor kenyamanan memegang peran penting dalam aktivitas bercinta selama bulan puasa. Pemilihan waktu yang tepat akan lebih memudahkan untuk saling menjaga mood bercinta.

Pilihan waktu tentu sangat bergantung preferensi masing-masing pasangan. Namun menurut Zoya, mencari waktu yang benar-benar senggang seperti usai salat tarawih lebih dianjurkan dibanding tengah malam saat fisik sudah mulai kelelahan.

"Atau beberapa saat sebelum sahur. Wah, itu terlalu hectic kalau menurut saya," terang Zoya dalam program e-Life baru-baru ini.

Zoya mengatakan, cepat atau tidaknya adjustment dalam hal rutinitas bercinta tentu berbeda-beda. Namun pada umumnya, butuh waktu 5-7 hari untuk benar-benar bisa menemukan ritme yang pas.

Saling memahami dan saling mendiskusikan berbagai kondisi yang tidak ideal yang dihadapi akan membantu melancarkan fase penyesuaian. Sebagai contoh, adanya kewajiban mandi junub juga harus selalu menjadi pertimbangan terkait pemilihan waktu yang tepat untuk bercinta.

"Itu menambah dilema kalau seksnya sampai nggak enak, atau terpaksa banget. Itu bikin tambah susah penyesuaian pada saat bulan puasa," jelas Zoya.



Simak Video "Anjuran Porsi Sahur yang Ideal Menurut Dokter Gizi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)