Kamis, 09 Jun 2022 21:30 WIB

7 Jenis Orgasme Wanita, Mana yang Jadi Favorit Para Istri?

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Fashion portrait of young elegant woman in bed Foto: iStock
Jakarta -

Banyak orang menganggap orgasme sebagai puncak gairah seksual. Orgasme melepaskan endorfin yang dikenal sebagai hormon perasaan baik, yang dapat membuat orang merasa ngantuk, rileks, atau bahagia setelahnya.

Dikutip dari Medical News Today menurut American Psychological Association, orgasme adalah saat seseorang mencapai puncak kenikmatan. Tubuh melepaskan ketegangan, dana otot-otot perineum, sfingter anal, dan organ reproduksi berkontraksi secara berirama.

Pada wanita, otot-otot di vagina dan anus dapat berkontraksi kira-kira sekali per detik, sekitar lima hingga delapan kali. Detak jantung dan pernapasan juga meningkat.

Terdapat beberapa jenis orgasme pada wanita, seperti:

1. Orgasme klitoris

Hal ini terjadi saat wanita orgasme yang disebabkan oleh stimulasi klitoris. Sebuah artikel tahun 2019 mencatat sekitar 60% wanita mengalami orgasme melalui stimulasi klitoris.

2. Orgasme vagina

Hal ini terjadi saat wanita orgasme melalui rangsangan vagina. The American Psychological Association menyatakan bahwa orgasme vagina berhubungan dengan rangsangan klitoris secara tidak langsung saat berhubungan seksual.

3. Orgasme campuran

Hal ini terjadi ketika orgasme klitoris dan vagina terjadi secara bersamaan.

4. Orgasme anal

Beberapa wanita mengalami orgasme saat mereka berhubungan seks secara anal.

5. Orgasme G-spot

Orgasme terjadi ketika g-spot terstimulasi dengan baik. G-spot terletak di dinding depan vagian, dan dapat terstimulasi ketika pasangan anda melakukan penetrasi dari belakang.

6. Beberapa orgasme

Seseorang dapat mengalami serangkaian orgasme dalam waktu singkat. Beberapa wanita memiliki periode refraktori (pemulihan) yang lebih pendek, yang memungkinkan mereka untuk mengalami beberapa kali orgasme dalam periode waktu yang singkat.

7. Orgasme puting

Seseorang dapat mencapai orgasme karena stimulasi puting susu. Stimulasi puting susu dapat mengaktifkan bagian otak yang juga aktif dengan stimulasi genital.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(Afif Ahmad Rifai/naf)