Minggu, 12 Jun 2022 21:00 WIB

Sederet Tanda Kamu Sudah Keseringan Masturbasi, Dicatat Ya!

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
ilustrasi masturbasi Sederet tanda kamu sudah keseringan masturbasi (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Masturbasi adalah aktivitas alami dan sehat yang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Manfaat tersebut seperti menghilangkan stres, membantu tidur lebih nyenyak, meningkatkan suasana hati yang positif, dan membantu mempelajari kebutuhan seksual pribadi.

Apakah masturbasi bisa menyebabkan kecanduan? Kapan dikatakan bahwa masturbasi tersebut berlebihan?

Dikutip dari PsychCentral, kecanduan tidak hanya berupa perasaan atau dorongan kuat untuk melakukan hal yang disukai. Hal ini juga berkaitan dengan kondisi otak yang kompleks yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk berhenti terlibat dalam suatu perilaku, meskipun terdapat konsekuensi negatif yang ditimbulkan.

Namun, kecanduan masturbasi tidak diakui sebagai kondisi kesehatan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DMS-5). Hal tersebut juga berlaku untuk perilaku seksual bentuk lain, seperti kecanduan seks dan kecanduan pornografi.

Hal ini biasanya disebut sebagai perilaku seksual kompulsif dan terkadang dikelompokkan ke dalam gangguan hiperseksualitas atas perilaku seksual di luar kendali.

Kendati demikian, masturbasi yang berlebihan tetap saja dapat mengganggu kehidupan seseorang, seperti diselimuti rasa malu, kesulitan dalam masalah sosial, atau hancurnya hubungan dengan pasangan.

Kapan masturbasi dianggap berlebihan?

Menurut survei International Society of Sexual Medicine, masturbasi dianggap berlebihan ketika frekuensinya melebihi hubungan seksual bersama pasangan.

Pada pria yang berusia antara 18 hingga 59 tahun, mereka melakukan masturbasi berkisar antara seminggu sekali hingga beberapa kali dalam satu bulan. Wanita melaporkan melakukan masturbasi seminggu sekali atau kurang.

Tanda-tanda umum kelebihan masturbasi yang dilaporkan seperti:

  • Masturbasi yang dilakukan hingga ditahap mengganggu aspek kehidupan pribadi seseorang
  • Kesulitan menahan hasrat untuk masturbasi dan tidak memandang tempat serta kondisi
  • Melakukan masturbasi sebagai respons akibat ketidaknyamanan emosional atau stres
  • Iritasi pada area genital atau cedera lainnya
  • Kesulitan mencapai orgasme bersama pasangan karena hilangnya sensitivitas pada alat kelamin
  • Merasa bersalah dan malu berlebihan setelah melakukan masturbasi
  • Ketidakmampuan untuk menahan bahkan mengurangi frekuensi masturbasi

Secara umum jika seseorang melakukan masturbasi dengan frekuensi yang berlebihan, hal tersebut dapat didiskusikan dengan tenaga ahli kesehatan seksual untuk penanganan lebih lanjut.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)