Senin, 13 Jun 2022 20:48 WIB

5 Masalah Seks Ini Rawan Dihadapi Pengantin Baru

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Asian Couple relationship difficulties, conflict and people concept - unhappy Asian couple having an argument at bedroom Foto: Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark
Jakarta -

Kehidupan sebagai pengantin baru banyak didambakan oleh orang-orang. Mereka menilai bahwa kehidupan akan menjadi lebih sempurna karena hari-hari akan ditemani oleh pujaan hati.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tetap bisa terdapat beberapa masalah dalam kehidupan menjadi pengantin baru. Salah satunya terkait hubungan seksual.

Dikutip dari Weddingbee, pemasalahan yang dihadapi setelah menikah, terlebih yang berkaitan dengan seks merupakan hal yang lumrah. Berikut beberapa masalah hubungan seks yang kerap kali dihadapi oleh pengantin baru, seperti:

1. Jadwal Sehari-hari Menghalangi

Ketika pengantin baru sedang melakukan bulan madu, mungkin hampir sebagian besar waktu mereka habiskan berdua, tak jarang mereka banyak melakukan hubungan seks.

Masalah datang ketika mereka sudah kembali pada rutinitas sehari-hari, terkadang beban pekerjaan yang banyak menyita waktu membuat pasangan tidak sempat meluangkan waktu untuk berhubungan seks. Bahkan, tak jarang yang memasukkan hubungan seks pada prioritas paling bawah.

Hal ini dapat diatasi dengan melakukan komunikasi satu sama lain, tak bisa dipungkiri juga jika hubungan seks dimasukkan ke dalam jadwal rutinitas harian atau mingguan.

2. Harapan yang Tidak Menjadi Kenyataan

Harapan yang dibangun sebelum menikah bisa saja terkesan realistis, namun kenyataan setelah menikah ternyata tidak demikian. Banyak pasangan yang mengeluhkan hal tersebut.

Beberapa pasangan mungkin mengharapkan hubungan seks secara rutin sebelum mereka menikah, namun kenyataan setelah menikah adalah bisa saja pasangan pergi tidur lebih awal akibat terlalu lelah bekerja.

3. Berbeda Keinginan

Terdapat banyak faktor yang mampu membuat kehidupan seks setelah menikah berjalan lancar. Namun, hal tersebut sulit untuk diwujudkan jika terdapat perbedaan keinginan antara suami dan istri.

Misalnya adalah suami mungkin menyukai hubungan seks pada pagi hari, sedangkan sang istri lebih suka melakukan hubungan seks pada malam hari. Mungkin suami menginginkan hubungan seks setiap hari, tetapi istri menginginkan hanya beberapa kali dalam seminggu.

Hal tersebut jelas perlu dikomunikasikan agar terciptanya harmonisasi dalam rumah tangga.

4. Mengalami Kesulitan Fisik atau Emosional

Kesulitan dalam berhubungan kerap dialami oleh pasangan baru.

Kesulitan fisik kerap dialami ketika pertama kali melakukan penetrasi, masalah yang sering dialami adalah susahnya menembus vagina istri. Tak hanya itu, kesulitan emosional juga bisa dihadapi bagi para pengantin baru, biasanya hal tersebut berkaitan dengan masalah trauma masa lalu.

5. Kurangnya Komunikasi

Kurangnya komunikasi merupakan akar permasalahan dari semua masalah yang dihadapi oleh pengantin baru. Mereka umumnya malu untuk mengungkapkan keinginan yang ada pada pasangan mereka.

Misalnya sang istri membutuhkan lebih banyak aktivitas fisik seperti lebih lama dalam foreplay, namun karena tidak dikomunikasikan kepada suami, maka selamanya suami tidak akan mengubah perilakunya.

Begitupun sebaliknya, suami ingin melakukan hubungan seks lebih banyak dari biasanya tapi tidak dikomunikasikan bersama istri, maka selamanya tidak akan mendapatkan hal tersebut.



Simak Video "Kasus PMK di DIY Tembus 6 Ribu Lebih, Vaksinasi Ternak Digencarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)