Jumat, 17 Jun 2022 06:30 WIB

Kabar Baik, Ereksi di Pagi Hari Turunkan Risiko Sakit Jantung

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Ereksi di pagi hari berhubungan dengan risiko sakit jantung (Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov)
Jakarta -

Sebagian besar pria pasti pernah mengalami ereksi di pagi hari atau disebut dengan Nokturnal Penile Tumescence (NPT). Ereksi di pagi hari merupakan hal yang normal.

Dikutip dari Daily Mail, sebuah studi mengungkapkan bahwa pria yang mengalami ereksi di pagi hari memiliki risiko meninggal lebih rendah akibat serangan jantung atau stroke.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan bertanya kepada sekitar 1.800 pria paruh baya atau lebih tua di Belgia. Ilmuwan menanyakan seberapa sering mereka mendapatkan ereksi di pagi hari.

Hasilnya, ilmuwan menemukan bahwa para pria yang sering mengalami ereksi di pagi hari kemungkinan memiliki risiko 22 persen lebih kecil terkena penyakit jantung.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Age and Ageing tersebut menyatakan, peneliti berpikir bahwa ereksi pada malam hari adalah tanda memiliki sirkulasi darah yang baik.

Dr Leen Antonio, peneliti utama dan asisten profesor endrokrinologi di Katholieke Universiteit Leuvan mengatakan bahwa disfungsi ereksi dan ereksi pagi yang buruk terdapat kaitannya dengan peningkatan risiko kematian.

"Ketika tidak mengalami ereksi di pagi hari, bisa jadi itu sebuah tanda pembuluh arteri tidak berfungsi dengan baik," ujar Dr Geoff Hackett, mantan presiden British Society for Sexual Medicine.

"Hal itu juga berarti Anda berada dalam risiko yang signifikan terhadap serangan jantung atau stroke dalam tiga hingga lima tahun ke depan," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]