Viral Konten FWB, dr Boyke: Bukan Edukasi Kalau Cuma Sharing Pengalaman Seks

ADVERTISEMENT

Viral Konten FWB, dr Boyke: Bukan Edukasi Kalau Cuma Sharing Pengalaman Seks

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kamis, 16 Jun 2022 13:15 WIB
Dokter Boyke
Dokter Boyke: bukan edukasi kalau cuma sharing pengalaman seks. Foto: 20Detik
Jakarta -

Di media sosial sempat ramai perbincangan mengenai konten di Internet yang berisi cerita pengalaman seks, dengan dilabeli sebagai konten edukasi seks. Salah satunya video di Youtube yang sempat viral menjadi pembicaraan netizen karena membahas topik friends with benefit (FWB) atau hubungan pertemanan dengan keintiman fisik tanpa komitmen.

Menanggapi hal tersebut, pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, mengimbau bahwa konten yang berisi pengalaman seks saja bukan sebuah konten edukasi seks. Konten edukasi seks menurutnya harus dibicarakan oleh seorang pakar yang menguasai bidang ilmu terkait seks dan bukan sembarang orang.

"Salah itu, konten yang cuma berbagi pengalaman seks hati-hati bisa menjerumuskan, itu bukan edukasi seks. Sex educator harus lihat budaya yang ingin disampaikan, target umurnya juga, kalau mereka asal bicara cerita seks terus buat remaja kan bukan edukasi namanya," ujar dr Boyke, ditemui detikcom, Rabu (15/6/2021).

Menurutnya seorang sex educator harus mengerti budaya dari target yang ingin disampaikan. Terlebih seperti konten mengenai FWB menurutnya kurang cocok jika dibagikan untuk masyarakat Indonesia.

"Seperti konten sharing FWB gitu kan kalau di Barat mungkin wajar, tapi kalau di sini ya jadi bukan seks edukasi malah mengajak nantinya menuju seks tidak aman," ungkapnya.

"Apalagi budaya kita memang tidak memperbolehkan seks bebas, jadi kan tidak sesuai budaya. Sedangkan di situ juga tidak disebut risiko-risikonya melakukan seks bebas," sambungnya.

dr Boyke menambahkan seorang sex educator harus menguasai beberapa bidang ilmu baru bisa menyampaikan edukasi seks dengan baik. Terutama mengenai bidang seks klinis yang menyangkut seputar gangguan dan permasalahan seksual.

"Sex educator itu harus ngerti ilmu biologi, psiko-sosial itu juga harus ngerti, ketiga aspek sikap karena ini juga penting dalam seks, lalu paling penting ilmu seks klinis. Dia harus tahu macam-macam permasalahan klinis dalam seks, kalau tidak menguasai ya bukan sex educator," pungkasnya.



Simak Video "KuTips: Tips Pilih Konten Edukasi Seks di Internet Ala dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT