ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 21:31 WIB

Banyak yang Penasaran, Seks Oral Sebenarnya Aman Nggak Sih?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
hand grasping on bed sheet Ilustrasi oral seks. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sirawit99)
Jakarta -

Tidak sedikit yang menanyakan apakah seks oral benar-benar aman dilakukan. Kenyataannya, seks satu ini termasuk posisi bercinta yang berisiko lantaran meningkatkan risiko penyakit menular seksual jika tidak ada tindakan pencegahan yang tepat.

Dikutip dari Very Well Health, seks oral berisiko terkena penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, hepatitis A, hepatitis B, herpes, hingga human papillomavirus. Sementara penularan HIV melalui seks oral jarang dilaporkan, tetapi secara teori disebut mungkin terjadi.

Seperti diketahui, kondom eksternal, kondom internal, terkadang dapat secara signifikan mengurangi risiko PMS melalui seks oral, tetapi hanya sebagian yang efektif dalam mencegah penularan oral herpes dan HPV.

Hepatitis A dan hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin. Orang yang berisiko tertular HIV dapat mengurangi risikonya dengan mengonsumsi obat antiretroviral harian yang disebut sebagai profilaksis pra pajanan (PrPP).

Dikutip dari Web MD, oral seks bahkan erat kaitannya dengan kanker. "Kanker? Ya, Anda bisa terkena kanker tenggorokan dari seks oral," kata Chief Medical Officer American Cancer Society Otis Brawley, MD.

Menurutnya, kanker bukan semata-mata dipicu seks oral melainkan risiko human papillomavirus (HPV), yang dapat ditularkan dari orang ke orang saat berhubungan seks, termasuk seks oral.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa kanker orofaring (tenggorokan tengah) dan amandel mungkin disebabkan oleh jenis human papillomavirus (HPV) tertentu. HPV adalah umum, tetapi tidak selalu menyebabkan kanker.

"Jika Anda tidak terpapar HPV selama seks oral, Anda tidak berisiko terkena kanker," sambung dia.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan risiko yang lebih besar untuk kanker orofaringeal pada orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda.

Jejak DNA dari HPV tipe 16 sering ditemukan lebih sering pada kanker orang yang memiliki banyak pasangan seks oral.

Masih belum jelas berapa banyak orang yang terkena infeksi tenggorokan HPV melalui seks oral, atau berapa banyak dari mereka yang terkena kanker orofaring, Brawley melaporkan.

Baik pria maupun wanita dapat memiliki infeksi HPV di tenggorokan. "Itu tidak membeda-bedakan gender," kata Brawley.

"Populasi yang saya pikir paling kecil kemungkinannya untuk mendapatkannya adalah populasi pertama yang memiliki masalah ini," katanya. Populasi tersebut adalah pria heteroseksual berusia 40-50 tahun.

Kesimpulannya, oral seks berisiko tinggi menularkan beragam penyakit menular seksual pada mereka yang melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.



Simak Video "WHO Soroti Hal Ini Terkait Ancaman Cacar Monyet yang Kian Serius"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT