ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Jul 2022 15:31 WIB

Pasutri! Dokter Ungkap Posisi Bercinta yang Berisiko Bikin Penis Patah

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
banana with open skin in the tossed state on a dark background Foto: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin
Jakarta -

Bercinta seharusnya menjadi momen intim bersama pasangan.

Sebelum menjalaninya, kita perlu membekali diri dengan sejumlah informasi tentang seks yang aman. Jangan sampai, keintiman malah berujung membahayakan, termasuk salah satunya fraktur penis atau penis patah.

Kondisi patah penis atau yang umum disebut sebagai fraktur penis terjadi ketika trauma mendadak atau pembengkokan penis mematahkan tunika albuginea. Dalam kondisi lainnya, fraktur penis juga bisa disebabkan jaringan ereksi di bawah tunika albuginea pecah.

Jaringan albuginea biasanya terisi dengan darah ketika pria terangsang secara seksual dan menghasilkan ereksi.

Menurut spesialis urologi dr Irfan Wahyudi SpU, Kepala Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), kejadian patah penis atau fraktur penis sangat jarang terjadi.

"Kejadiannya jarang (1:175.000) dan terjadi terkait saat penis sedang mengalami ereksi dan dikaitkan saat berhubungan badan atau masturbasi," kata dr Irfan kepada detikcom, Selasa (12/7/2022),

Fraktur penis akibat berhubungan seks kerap dikaitkan dengan posisi seks tertentu. Benarkah posisi woman on top berisiko tinggi menyebabkan patah penis?

Penyebab umum patah tulang penis meliputi lekukan penis yang terlalu kuat selama penetrasi vagina, sentakan tajam pada penis yang ereksi, kecelakaan mobil, atau kecelakaan masturbasi traumatis lainnya.

Selain itu, posisi seks ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadi patah penis.

Dikutip dari Huffpost, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Nature, mengungkapkan beberapa posisi seks berbahaya penyebab penis patah. Posisi seks tersebut antara lain:

  • Doggy style
  • Man on top atau missionary
  • Woman on top

Penelitian dilakukan dengan mengamati kehidupan seks dari 90 pasien berusia 18 hingga 66 tahun yang mengalami patah penis.

Hasil penelitian dibagi menjadi beberapa kelompok. Hasilnya, dari 69 penyebab penis patah, posisi doggy style menyebabkan 37 kasus, man on top menyebabkan 23 kasus, dan woman on top menyebabkan sembilan kasus.

Hasil penelitian ini selaras dengan pernyataan dr Irfan, bahwa belum ada bukti kuat bahwa posisi seks tertentu menjadi penyebab utama patah penis atau fraktur penis.

"Posisi tertentu saat berhubungan (woman on top) dikaitkan dengan kejadian ini, namun tidak ada bukti yang kuat tentang hal tersebut," ujar dr Irfan.

Meski demikian, bukan berarti tiap pasangan boleh gegabah saat mencoba posisi seks. Ia menghimbau agar para pasangan tidak mencoba posisi seks yang ekstrim dan berlebihan.

"Mencegah kontak seksual yang eksesif dan berlebihan ataupun posisi hubungan badan yang 'aneh-aneh'," imbau dr Irfan.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT