Kisah Tragis Pengidap Vaginismus, Miss V Terasa Ditusuk-Terancam Dicerai Suami

ADVERTISEMENT

Kisah Tragis Pengidap Vaginismus, Miss V Terasa Ditusuk-Terancam Dicerai Suami

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Kamis, 28 Jul 2022 19:00 WIB
Closeup sick woman with hands holding pressing her crotch isolated on background
Ilustrasi vaginismus. Foto: Getty Images/iStockphoto/champja
Jakarta -

Pada beberapa wanita, melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya mungkin terasa sakit. Namun, ketika rasa sakit itu selalu muncul di setiap sesi ketika memulai hubungan seksual, bisa jadi itu merupakan gejala dari vagisnismus.

Dikutip dari WebMD, vagisnismus merupakan sebuah kondisi saat otot-otot vagina menjadi tegang ketika ada sesuatu yang memasukinya, seperti tampon atau penis. Umumnya wanita akan merasa tidak nyaman hingga sakit yang tidak tertahankan.

Ketika seorang wanita mengalami vaginismus, ia akan kesulitan bahkan tidak bisa sama sekali untuk melakukan hubungan seks penetrasi, tidak bisa menggunakan tampon, bahkan hingga hilangnya gairah seksual.

Beberapa Kisah Pengidap Vaginismus

Beberapa wanita berikut mengaku mengidap vaginismus, sehingga membuat mereka sulit untuk melakukan hubungan seksual.

1. Seks Membuat Wanita Ini Menangis

Katrin Manselkova, seorang wanita asal Toronto yang didiagnosis mengidap vaginismus pada tahun 2010. Saat itu ia merasa bahwa seks membuat dirinya seperti ditikam.

Hal itu berawal ketika dirinya akan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, namun ia merasa bahwa penis pasangannya tidak mampu 'menembus' vaginanya.

"Pada usia 18 tahun, saya mencoba seks penetrasi untuk pertama kalinya. Namun, penis pasangan saya tidak mampu masuk dan seperti menabrak tembok," ucap Manselkova.

"Saya mencoba satu atau dua upaya lagi, saya mencoba lebih rileks. Namun, hanya sedikit dari dirinya yang berhasil memasuki saya dan itu rasanya seperti ditusuk-tusuk hingga membuat saya menangis," sambungnya.

Manselkova harus mengikuti beberapa terapi yang dianjurkan oleh dokter untuk menyembuhkan penyakitnya. Sekarang, ia mengaku telah sembuh dan mempunyai kehidupan seksual yang memuaskan bersama dengan pasangannya.

2. Seks Terasa Menyakitkan

Rosie (24) mengungkapkan bahwa ia merasakan sesuatu yang aneh pada vaginanya ketika berusia 13 tahun. Pada saat itu Rosie akan berenang dan teman-temannya menyarankan dirinya untuk menggunakan tampon.

Ketika Rosie mencoba menggunakan tampon di kamar mandi, ia tidak berhasil memasukannya dan hanya merasakan sakit. Saat itu, ia berpikir bahwa mungkin vaginanya masih terlalu kecil untuk dimasuki oleh tampon.

"Saya belum pernah menggunakannya sebelumnya, saya pergi ke toilet untuk mencobanya. Saya mencoba memasukannya namun tidak berhasil, dan hanya membuat saya merasa sangat sakit," ucap Rosie.

Setelah 4 tahun lebih dari upaya tampon gagal, ia mengaku untuk mencoba melakukan hubungan seksual dan tidak bisa melakukakan penetrasi. Akhirnya ia menemui dokter untuk diperiksa.

Setelah melakukakan pemeriksaan, dokter mendiagnosa Rosie mengidap vaginismus dan harus menjalani serangkaian terapi. Kini, Rosie yang berusia 24 tahun mengaku mendapatkan kemajuan akibat terapi yang dijalankan, namun ia belum bisa terbebas dari rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

3. Hampir Dicerai Suami Gegara Vaginismus

Kisah pilu dialami oleh seorang wanita yang diancam oleh suaminya akan diceraikan karena mengidap vaginismus. Kondisi tersebut membuat mereka tidak bisa berhubungan seksual.

Kisah tersebut diceritakan oleh seorang dokter asal Malaysia, Kash Mustafa melalui akun TikToknya. Ia mengatakan bahwa ada seorang wanita yang rela bepergian jauh untuk mengobati kondisinya.

"Saya harus datang sendiri, suami saya tidak mau tahu kondisi saya. Suami saya memberikan waktu kepada saya dua bulan untuk sembuh," tutur wanita tersebut dikutip dari mStar.

dr Kash menjelaskan bahwa kondisi vaginismus bukan kondisi yang langka. Banyak wanita yang mengalami hal tersebut, namun karena kurangnya perhatian masyarakat membuat pengidapnya malu untuk berobat.

"Pasien sendiri segan untuk melakukan pengobatan, banyak dari mereka yang menemui saya yang sebelumnya lebih dulu menemui orang pintar," ucap dr Kash.

"Mereka mengira bahwa hal tersebut disebabkan oleh hal berbau mistis," sambungnya.



Simak Video "Cara Sembuhkan Vaginismus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT