Studi Ungkap Kepribadian Ekstrovert Jago di Ranjang Tapi Tak Setia

ADVERTISEMENT

Studi Ungkap Kepribadian Ekstrovert Jago di Ranjang Tapi Tak Setia

Nurul Febian Danari - detikHealth
Senin, 17 Okt 2022 19:30 WIB
Disloyal boyfriend caught by his angry girlfriend dating with another girl in a restaurant
Foto: Istock
Jakarta -

Mengenal kepribadian diperlukan untuk mengenal diri sendiri dalam berbagai aspek. Kepribadian bisa menjadi gambaran karakter seseorang, termasuk kehidupan seks, percintaan, dan kesehatan.

Sebuah penelitian dari Jerman tahun 2022 yang dipublikasikan oleh Journal of Population Economics menemukan bahwa ciri-ciri kepribadian berperan dalam kepuasan seksual seseorang, penilaian diri dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan seksual pasangannya, komunikasi seksual, frekuensi seks yang sebenarnya dan diinginkan.

Ciri-ciri kepribadian ini memiliki dampak negatif dan positif pada kesehatan. Dikutip dari The Sun, ekstrovert termasuk di antara kepribadian terbaik dalam memberikan kesenangan baik untuk diri mereka sendiri maupun pasangan mereka.

Penelitian ini mengungkap bahwa orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung jago di ranjang. Namun, ekstrovert juga dikaitkan dengan komitmen yang lebih rendah terhadap pasangan alias kurang setia.

"Sementara ekstraversi dan keterbukaan terhadap pengalaman membantu mewujudkan kehidupan seks yang saling menguntungkan, kami tidak menemukan bukti bahwa mereka memiliki nilai komitmen. Sebaliknya, ekstraversi dikaitkan dengan komitmen yang lebih rendah kepada pasangan," ungkap studi tersebut.

Penelitian tersebut juga menuliskan bahwa keramahan yang dimiliki oleh orang ekstrovert tampaknya membuat orang lebih enggan untuk mengungkapkan kebutuhan dan keinginan seksual mereka.

Sementara itu, dikutip dari The Sun, peneliti Jerman pada tahun 2019 mengumpulkan data dari hampir 20.000 orang pada tipe kepribadian dan indeks massa tubuh (BMI). Mereka menemukan bahwa ekstrovert berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Hal ini karena ekstrovert yang ramah dan menyenangkan cenderung lebih banyak makan makanan ringan dan mengambil banyak bagian dari kegiatan yang membuat mereka lebih gemuk.

Hal serupa juga ditemukan oleh tim peneliti dari National Institutes of Health pada tahun 2012. Pada penelitian tersebut mengungkap bahwa perat badan, pada gilirannya akan mencerminkan perilaku dan gaya hidup seseorang dan berkontribusi pada cara mereka memandang diri sendiri dan orang lain. Responden penelitan yang lebih tinggi pada Neuroticism atau Extraversion, memiliki BMI lebih tinggi. Asosiasi ini direplikasi di seluruh lemak tubuh, pinggang, dan lingkar pinggul.



Simak Video "WHO Soroti Hal Ini Terkait Ancaman Cacar Monyet yang Kian Serius"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT