5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh jika Berhenti Bercinta, Salah Satunya Pikun!

ADVERTISEMENT

5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh jika Berhenti Bercinta, Salah Satunya Pikun!

Alethea Pricila - detikHealth
Kamis, 24 Nov 2022 22:00 WIB
Young female holding hands sensually on red silk bed.
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Setiap pasangan tentunya menginginkan kehidupan seks yang sehat. Oleh karena itu biasanya pasangan menyusun cara untuk mendapatkan momen bercinta yang berkualitas. Namun seringkali, kesibukan menjadi salah satu kendala pasangan untuk bercinta.

Perbedaan aktivitas dan rutinitas kerap kali menjadi alasan pasangan jarang berhubungan seks. Tak hanya berisiko mempengaruhi kerekatan hubungan pasutri, hal ini juga bisa berdampak pada fisik.

Dikutip dari Insider, tiga terapis seks menjelaskan mereka yang tidak melakukan kontak seksual dalam waktu yang lama biasanya mempunyai tingkat kecemasan yang tinggi serta gangguan tidur. Berikut hal yang akan terjadi pada tubuh ketika berhenti bercinta.

1. Munculnya Masalah Kesehatan

Berhubungan seksual memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Seorang psikolog dan wakil direktur Modern Sex Therapy Institutes Dr Rachel Needle menyebut bercinta memiliki efek positif bagi kondisi tubuh dan mental seseorang. Gejala yang akan dirasakan tiap orang berbeda tergantung kebutuhan dan berapa lama mereka berhenti bercinta.

"Orgasme akan mengeluarkan endorfin yang mengurangi stress dalam beberapa waktu dan mendorong untuk mendapatkan perasaan yang positif yang membuat kita menjadi lebih bahagia," ucapnya dikutip dari Insider, Kamis (24/11/2022).

2. Penipisan Dinding Vagina

Bagi wanita yang telah mengalami menopause, berhenti berhubungan seks dapat membuat jaringan sekitar vagina menipis dan memicu risiko terjadinya luka, robek, dan berdarah jika kembali berhubungan seks. Selain itu, vagina juga dapat kering dan iritasi sehingga tidak dapat melakukan pelumasan secara alami.

3. 'Haus' akan Sentuhan

Seseorang yang sudah lama tidak melakukan hubungan seks biasanya akan 'haus' terhadap sentuhan fisik. Hal ini akan berdampak pada sistem kekebalan tubuh yang melemah.

"Ketika mereka yang ingin berhubungan seks mereka sudah terbiasa melakukannya secara teratur dan melakukan sentuhan seksual. Hal sebaliknya dapat terjadi dan menimbulkan efek yang merugikan bagi kesehatan mental, emosional, dan fisik yang mengakibatkan berbagai gejala, dan perasaan terisolasi, tidak aman, dan rendah diri," jelas Dr Dulcinea Pitagora seorang psikoterapis dan seks terapi di New York.

4. Kanker Prostat

Dikutip dari Webmd, sebuah penelitian besar yang dilakukan terhadap 30.000 pria menunjukkan bahwa mereka yang melakukan ejakulasi 21 kali dalam sebulan mempunyai rata-rata peluang yang lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang empat hingga tujuh kali sebulan.

5. Penurunan Daya Ingat

Salah satu hal yang dapat menjadi imbas dari jarang bercinta yaitu mudah pikun. Suatu penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering berhubungan seks lebih baik dalam menyimpan ingatannya. Hal ini terjadi karena seks diyakini bisa membantu otak untuk menumbuhkan neuron dan bekerja lebih baik.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT