Gairah Seks Meletup-letup saat Hamil, Normalkah? Tenang, Begini Penjelasannya

ADVERTISEMENT

Gairah Seks Meletup-letup saat Hamil, Normalkah? Tenang, Begini Penjelasannya

Fitriana Fatmawati - detikHealth
Rabu, 21 Des 2022 22:00 WIB
Couple sitting on sofa and relaxing while father touches stomach.
Ilustrasi hamil (Foto: iStock)
Jakarta -

Saat hamil, tidak tertutup kemungkinan wanita tetap bisa melakukan hubungan intim bersama suami. Tidak hanya aman, berhubungan badan ketika hamil diyakini memiliki pengaruh yang baik bagi wanita.

Namun catatannya, aktivitas seks hanya boleh dilakukan jika kehamilan tidak dalam kondisi berisiko. Jika kehamilan tergolong berisiko, sebaiknya tahan diri untuk tidak melakukan hubungan intim lebih dulu, atau konsultasikan dengan dokter.

Dikutip dari Healthline, orgasme yang terjadi semasa kehamilan bisa memicu pelepasan hormon yang bersifat menenangkan, sekaligus melancarkan aliran darah kardiovaskular. Menurut Aleece Fosnight, asisten dokter dan konselor seks di bidang urologi, kesehatan wanita, dan pengobatan seksual, bayi dalam kandungan juga bisa ikut 'kecipratan' efek baik tersebut.

Perubahan pada fisik wanita semasa kehamilan jelas terjadi seiring waktu. Namun di samping itu, sejumlah wanita mengaku kehamilan juga membuatnya mengalami perubahan gairah seksual, yakni semakin meletup-letup.

Tenang, kenaikan gairah seksual selama kehamilan boleh jadi adalah hal normal. Berikut penjelasannya:

1. Wanita Hamil Lebih Mudah Orgasme

Seorang psikolog dan terapi seks Stephanie Buehler menjelaskan bahwa wanita lebih mudah mengalami orgasme saat sedang hamil. Bahkan, beberapa wanita baru merasakan orgasme untuk pertama kalinya ketika berhubungan seks semasa hamil. Terlebih, peningkatan aliran darah ke alat kelamin dapat memperbesar potensi orgasme yang lebih kuat pada wanita hamil.

"Beberapa wanita mungkin (bahkan) mengalami orgasme untuk pertama kalinya selama kehamilan karena aliran darah dan hormon," ungkapnya.

2. Alat Kelamin Lebih Sensitif

Ketika hamil, wanita mengalami sejumlah perubahan hormonal. Imbas perubahan tersebut, beberapa wanita mengaku memiliki nafsu seksual yang cukup 'rakus'.

Fosnight memaparkan 50 persen peningkatan aliran darah terjadi selama masa kehamilan. Aliran darah tersebut mengalir ke vulva, vagina, klitoris, panggul, dan memenuhi jaringan. Efeknya pun bisa berbeda pada setiap orang, bisa terasa menyenangkan, menjengkelkan, atau bisa jadi di antara keduanya.



Simak Video "Karantina Akibat Corona Pengaruhi Gairah Seks, Bagaimana Mengatasinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT