Yakin Mau Seks saat Haid? Waspadai 4 Risiko yang Mengintai

ADVERTISEMENT

Yakin Mau Seks saat Haid? Waspadai 4 Risiko yang Mengintai

Hana Nushratu - detikHealth
Rabu, 28 Des 2022 22:00 WIB
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed
Ilustrasi seks. (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Ketika sedang haid, gairah wanita cenderung menggebu-gebu. Sebagian wanita justru ingin berhubungan seks ketika haid.

Namun, ternyata berhubungan seks saat haid memiliki berbagai macam risiko. Sebelum berhubungan seks saat haid, pahami dulu berbagai risiko seperti infeksi menular seksual, infeksi jamur, infeksi saluran kemih, dan endometriosis.

1. Infeksi menular seksual (IMS)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, wanita yang berhubungan seks saat haid berpotensi terkena atau menularkan IMS, seperti HIV. Sebab, virus dan patogen lainnya mungkin ada dalam darah menstruasi.

Profesor klinis kebidanan dan ginekologi Fakultas Kedokteran Feinberg Northwestern University Chicago Lauren Streicher, MD mengatakan cairan tubuh seperti darah menstruasi bisa membawa virus atau bakteri yang memicu IMS.

"Cairan tubuh apapun dapat membawa HIV atau IMS (lainnya), dan (selama menstruasi), serviks terbuka sedikit, yang memungkinkan virus melewatinya," ujar Streicher.

2. Infeksi Jamur

Vagina umumnya memiliki tingkat pH 3,8 hingga 4,5 sepanjang bulan, menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Akan tetapi selama menstruasi, tingkat itu naik karena tingkat pH darah yang lebih tinggi, dan ragi mampu tumbuh lebih cepat.

Gejala infeksi jamur vagina lebih mungkin terjadi seminggu sebelum periode menstruasi. Hubungan seksual selama haid dapat memperburuk gejalanya.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Selain IMS dan infeksi jamur vagina, ada ISK (Infeksi Saluran Kemih) yang perlu ditakuti. Ahli obgyn Massachusets General Hospital Boston Carrie Coleman MD, mengatakan beberapa wanita bisa lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih setelah hubungan intim.

"Ini kemungkinan besar terkait dengan bakteri yang dapat dengan mudah melakukan perjalanan ke kandung kemih dengan hubungan seksual, tetapi mungkin terjadi kapan saja selama siklus menstruasi," ujar Coleman.

4. Endometriosis

Wanita yang sedang haid namun tetap melakukan seks akan sangat rentan terhadap risiko penebalan jaringan dinding rahim atau endometriosis.

Sebab, saat terjadi penetrasi penis ke vagina, darah haid yang seharusnya keluar berisiko masuk kembali. Darah haid tersebut kemudian menempel dan mengendap di lapisan dinding rahim.

Kondisi tersebut dapat memicu endometriosis. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan tumor hingga kanker serta meningkatkan risiko infertilitas atau gangguan kesuburan.



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT