Penasaran Seks Anal? Hati-hati, Waspadai 4 Risiko yang Mengintai

ADVERTISEMENT

Penasaran Seks Anal? Hati-hati, Waspadai 4 Risiko yang Mengintai

Celine Kurnia - detikHealth
Selasa, 10 Jan 2023 20:30 WIB
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks
Risiko seks anal. Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Melakukan hubungan seks adalah bagian dari kehidupan rumah tangga. Berbagai macam upaya dilakukan agar pasutri mencapai kenikmatan seksual. Salah satu jenis seks yang dilakukan adalah seks anal.

Seks anal adalah praktik memasukkan penis, jari, atau benda asing seperti vibrator ke dalam anus. Dengan tindakan pencegahan yang tepat, seks anal umumnya aman.

Namun, ada risiko berbeda yang mungkin ditimbulkan dari jenis seks ini, selain vaginal atau oral. Dikutip dari Medical News Today, berikut adalah 4 risiko yang ditimbulkan melalui seks anal.

1. Meningkatkan infeksi bakteri

Benda asing yang dimasukkan ke anus mengurangi sel-sel yang menjadi pelumas alami bagi vagina. Air liur yang digunakan pada anus dan vagina pun tidak memiliki sel alami tersebut. Lapisan rektum pun berubah menjadi lebih tipis.

Kurangnya pelumas dan tipisnya rektum memungkinkan robekan antara anus dan rektum. Feses yang keluar dari anus mengandung bakteri yang berpotensi menyerang kulit melalui robekan tersebut.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Kulit yang mudah robek saat berhubungan secara anal daripada vaginal meningkatkan risiko infeksi menular seksual, misalnya klamidia, gonore, herpes, dan HIV. Jika sudah tertular, ini dapat menjadi penyakit jangka panjang karena banyak IMS sulit disembuhkan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seks anal adalah aktivitas seksual dengan resiko penularan HIV tertinggi daripada jenis seks lainnya.

3. Memperburuk wasir

Wasir adalah area pembuluh darah di dalam dan luar rektum yang dapat menyebabkan gatal, pendarahan ringan, dan terkadang nyeri.

Jika mengalami wasir, seks anal semakin mengiritasi. Namun, seks anal tidak menyebabkan wasir sebelum orang tersebut mengalaminya. Untuk meminimalisir iritasi, gunakan pelumas secukupnya.

4. Meningkatkan risiko komplikasi fistula

Dalam kasus yang jarang terjadi, robekan pada lapisan anus atau rektum dapat membesar hingga melampaui usus dan bagian tubuh lainnya. Kondisi ini disebut sebagai fistula.

Fistula bisa menjadi situasi medis darurat karena memungkinkan feses dari usus pergi ke tempat lain di dalam tubuh. Karena feses secara alami mengandung banyak bakteri, memiliki fistula dapat menyebarkan bakteri ke organ tubuh lainnya, menyebabkan infeksi, dan kerusakan. Jika sudah terjadi, dokter akan menyarankan operasi untuk mengatasi komplikasi ini.

Berhati-hatilah dalam melakukan seks anal. Jangan lupa gunakan cukup pelumas agar terhindar dari potensi risiko yang ada.



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(Celine Kurnia/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT