Selasa, 20 Mar 2018 06:56 WIB

Dulu Diejek Punya Ibu Cacat karena Kusta, Kini Sukses Jadi Pengusaha Konveksi

Suherni Sulaeman - detikHealth
Asra kini jadi pebisnis kusta (Foto: Suherni) Asra kini jadi pebisnis kusta (Foto: Suherni)
Makassar - Pengalaman buruk diejek sejak duduk di bangku kelas satu sampai kelas tiga SMP (sekolah menengah pertama) harus Asra terima lantaran lahir dari seorang ibu yang pernah mengalami kusta. Padahal, sang ibu, Sohra (59) sudah sembuh dari penyakit kusta sebelum melahirkannya.

Memang, meskipun sudah sembuh, namun Sohra harus rela kehilangan salah satu kakinya akibat penyakit kusta tersebut. Karena hal itulah, Asra mendapat perlakuan yang kurang mengenakan dari teman-temannya. Ya, kondisi fisik sang ibu membuat ia kerap diejek.

"Kalau dari teman-teman pernah ada. Kalau dulu sering dibilang 'polong bangkeng, polong bangkeng' (potong kaki, potong kaki) sama teman-teman di sekolah. Itu karena kaki ibu terpotong kan," tutur Asra saat berbincang dengan detikHealth di rumahnya, di kompleks kusta Jongaya, jalan Dangko, Kecamatan Tamalate, Kelurahan Balang Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dikisahkan Asra, rupanya ada salah satu teman Asra yang juga tetangganya, memberitahu kepada teman-teman bahwa ibu Asra memiliki fisik yang kurang sempurna. Alhasil selama 3 tahun, sampai lulus SMP Asra jadi bulan-bulanan teman-temannya.

"Ada teman dari sini, yang satu sekolah. Kan namanya anak-anak, cerewet, cerita sama teman-teman, akhirnya dikasih tahu begitu, ya diejeklah," ungkap anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Asra pernah diejek karena ibunya pengidap kustaAsra pernah diejek karena ibunya pengidap kusta Foto: Suherni




Saat itu, Asra memang merasa sangat terhina, bahkan saking tidak tahannya diejek, setiap pulang sekolah Asra selalu mengeluh kepada sang ibu untuk pindah sekolah. Namun, perlahan ia mulai menerima dan pasrah.

"Ya sabar saja, terima saja, karena memang kenyataannya begitu. Sempat marah juga, siapa sih yang tidak jengkel kalau diejek seperti itu," kenangnya.

Kini, berkat dari kesabarannya tersebut, pria berusia 25 tahun itu merasa jauh lebih baik. Tak ada lagi orang yang menghina maupun mengejeknya.

Ia pun saat ini membuka usaha konveksi dengan memproduksi jilbab. Harapannya, di masa yang akan datang, bukan hanya jilbab saja yang diproduksi, tapi juga memproduksi baju, kemeja dan lainnya.

"Sekarang kegiatan menjahit. Buka usaha di rumah produksi jilbab. Nanti mau belajar juga bikin baju, belajar bikin kemeja. Pokoknya terus belajar," ucap Asra bersemangat.

Tak menjadi rendah diri, Asra bangkit dan menjadi pengusahaTak menjadi rendah diri, Asra bangkit dan menjadi pengusaha Foto: Suherni

Simak ceritanya di video berikut:

(hrn/up)
News Feed