Tidak Kapok Hamil Meski Sudah 9 Kali Keguguran

Tidak Kapok Hamil Meski Sudah 9 Kali Keguguran

- detikHealth
Kamis, 26 Apr 2012 11:31 WIB
Tidak Kapok Hamil Meski Sudah 9 Kali Keguguran
Teresa Edgeler (dok: The Sun)
Jakarta - Setelah 9 kali mengalami keguguran, Teresa Edgeler tidak pernah putus asa untuk mencoba. Hingga akhirnya ia mengetahui penyebab yang membuatnya keguguran, dan kini ia berhasil menjadi seorang ibu.

Sejak pertama kali Teresa jatuh cinta dengan sang suami Chris, saat itu ia memiliki ambisi untuk bisa menjadi seorang ibu suatu hari nanti. Setelah menikah selama 5 tahun ia dinyatakan hamil dan merasa sangat bahagia.

Namun saat pertama kali ia melakukan scan, dokter memberitahu bahwa tidak ada detak jantung yang menandakan si janin sudah meninggal di dalam kandungan. Sekitar 5 bulan kemudian ia hamil kembali, namun keguguran lagi, dan ditahun berikutnya ia hamil ketiga kalinya tapi hanya bertahan selama 6 minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu saya mulai merasa putus asa dan memberitahu Chris bahwa hal ini mungkin akan terus terjadi. Tapi saya tidak boleh menyerah sampai kami berhasil memiliki bayi kami sendiri," ujar Teresa (37 tahun), seperti dikutip dari The Sun, Kamis (26/4/2012).

Pada Juni 2005 ia mengalami keguguran lagi, tapi kali ini lebih menyakitkan. Ia merasakan kesakitan dan dilarikan ke rumah sakit, kondisi ini disebabkan oleh kehamilan ektopik yang membuatnya harus dioperasi dan diangkat satu saluran tubanya.

Para ahli mendiagnosisnya dengan sindrom gangguan pembekuan darah antifosfolipid, ia diobati dengan aspirin dan suntikan yang dilakukan di rumah. Tapi sayangnya pengobatan itu tidak memberikan hasil, ia mengalami 4 kali keguguran selama 5 tahun dan selalu terjadi di usia kehamilan 6-8 minggu.

"Melihat itu semua kami selalu bertanya-tanya. Semua orang mengatakan bahwa kami hanya sial, tapi setelah sekian kali mengalami keguguran rasanya kami seperti dikutuk," ungkapnya.

Hingga akhirnya pada tahun 2010 ia membaca kisah di Google tentang seorang perempuan yang mengalami 18 kali keguguran, ia didiagnosis dengan kelebihan sel darah pembunuh alami (NK cells) yang menyerang bayinya sebelum lahir sehingga tubuhnya menolak untuk hamil.

"Yang benar-benar tertangkap oleh mata saya adalah hal ini seperti saya, perempuan itu juga kehilangan bayi-bayinya setelah usia kehamilan 6-8 minggu," imbuhnya.

Ia pun mendatangi klinik dan meminta dites untuk NK cells, sekitar 2 hari kemudian hasilnya didapatkan NK cells Teresa terlalu tinggi. Ia ditawarkan pengobatan suntikan steroid untuk menekannya. Ia pun berhasil hamil tapi lagi-lagi mengalami keguguran yang kesembilan kali.

Namun dokter terus menyemangatinya untuk tidak menyerah, ia diberikan pengobatan tambahan melalui infus yang disebut intravena intralipid. Lalu ia menjalani perawatan IVF (in vitro fertilisation) dan berhasil hamil kesepuluh kalinya.

Sepanjang minggu pertama kehamilan ia merasa gelisah, panik dan selalu memeriksa apakah ada tanda-tanda perdarahan. Kehamilan pun bisa bertahan lebih dari 12 minggu.

"Saya mengatakan pada Chris bahwa mungkin kali ini benar-benar berhasil, saya tidak pernah mengalami kehamilan sejauh ini," ujar Teresa yang tinggal di Peacehaven, East Sussex.

Hingga akhirnya 9 bulan berhasil ia lalui tanpa hambatan dan pada tanggal 30 Januari 2012 di Royal Sussex Hospital, Brighton, ia berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat dengan berat 3,06 Kg.

"Semua yang kita lalui tidaklah sia-sia. Saya tidak pernah menduga bahwa harus melakukan perjalanan yang sangat panjang dan sulit untuk menjadi seorang ibu," ujar Teresa.

Natural killer cells (NK cells) adalah jenis dari sel darah putih yang biasanya membantu embrio menempel dan berkembang di dalam lapusan rahim. Tapi jika terlalu banyak menimbulkan kondisi yang rumit dan menyebabkan keguguran berulang.

Para ahli menyarankan bagi setiap perempuan yang telah mengalami 3 atau lebih keguguran sebaiknya bicarakan dengan dokter dan salah satunya adalah mendiskusikan mengenai NK cells.


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads