Sam (21 tahun) mengalami paru-paru yang tertusuk, patah tulang panggul, paha, kaki, siku, rahang dan tulang rusuk serta pendarahan setelah ia tergelincir dari balkon dengan ketinggian 7 kaki atau setara dengan 2,13 meter ketika tengah hujan.
Ia pun segera dilarikan ke St Mary’s Hospital, Paddington, London untuk mendapatkan pertolongan. Dokter dan perawat di rumah sakit tersebut harus berjuang selama 1 bulan untuk menyelamatkan hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini membuat Sam mengalami koma sepanjang waktu, ia pun mampu bertahan hidup dengan menggunakan bantuan ventilator serta melakukan dialisis untuk ginjalnya secara rutin.
"Sam hampir meninggal ketika ia dibawa ke sini, tapi kini ia sudah menjalani pemulihan yang baik dan bisa menjadi contoh bagaimana sebuah pusat trauma bisa menyelamatkan nyawanya," ujar Dr Andrew Hartle dari pusat intensif rumah sakit tersebut, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (16/5/2012).
Kini Sam bisa bersyukur karena ia masih hidup. Sebagai wujud rasa syukur dan terimakasihnya ia pun membuat tato di pergelangan tangan kananya dengan tulisan 'If found please return to St Mary’s'.

Setelah melewati berbagai rintangan dan kondisi, kini Sam sudah dapat berjalan kembali dan akan bergabung dalam acara Belfast Marathon sebagai salah satu cara pengumpulan dana untuk rumah sakit tersebut.










































