Bocah Leukemia yang Menanti Donor Sumsum Setelah Rumahnya Hancur

Bocah Leukemia yang Menanti Donor Sumsum Setelah Rumahnya Hancur

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 29 Nov 2012 11:33 WIB
Bocah Leukemia yang Menanti Donor Sumsum Setelah Rumahnya Hancur
Steven (dok: Foxnews)
Jakarta - Steven yang masih berusia 6 tahun didiagnosa memiliki leukemia limfatik akut pada Agustus 2011. Tapi perjuangannya tak hanya berhenti di situ, saat ia tengah menanti donor sumsum tulang, ia dan keluarga harus kehilangan rumahnya akibat badai Sandy.

"Saya pikir tidak ada yang lebih buruk setelah anak saya didiagnosis leukemia, dan kemudian keadaan ini bagai melihat pukulan kedua," ujar sang ayah Danielle Heckman, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (29/11/2012).

Heckman dan keluarga telah dievakuasi secepat mungkin, bahkan sebelum badai datang tapi air sudah masuk ke teras depan rumahnya. Ketika itu Steven merasa takut bahwa rumahnya akan runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kondisi membaik, Heckman melihat rumahnya telah hancur dan ia beserta keluarga akan menjadi tunawisma. Heckman menyadari penampungan bukanlah pilihan yang tepat, karena dengan adanya flu di sekitar bisa membuat sistem kekebalan tubuh Steven menurun.

"Kami berharap bisa menemukan sumsum tulang yang cocok untuk Steven. Jika ia menemukan donor yang cocok berarti anak saya akan memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan hidup," ungkapnya.

Leukemia mempengaruhi darah dan sumsum tulang (pusat yang mana sel-sel darah terbentuk). Pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi membunuh sel yang sakit dan juga sehat, sehingga membuat pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Untuk memberikan sistem kekebalan tubuh yang baru, seseorang memerlukan donor sumsum tulang yang cocok. Donor ini bisa berasal dari sel induk saraf perifer atau diekstraksi dari bagian belakang tulang panggul dengan menggunakan jarum suntik khusus.

"Kalau Steven tahu dia bisa menemukan donor, maka dia akan memiliki kesempatan kedua dan ia memiliki lebih banyak tahun ke depan untuk melakukan hal-hal yang dicintainya seperti bermain dengan saudara kandungnya," ujar Katherina Harf dari DKMS: Delete Blood Center.

Harapan yang sama juga diungkapkan sang ayah, bahwa ia ingin putra tercintanya ini tumbuh dewasa, bisa kuliah ke perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang bisa membuat ia senang serta bangga.

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads