Catharine Bell (46) mengalami sindrom aneh bernama Mal de debarquement syndrome, yang membuatnya mabuk udara secara permanen selama 8 tahun meski ia sedang tak naik kendaraan apapun. Sindrom ini merupakan gangguan neurologis yang dipicu oleh suatu perjalanan, seperti perjalanan menggunakan pesawat. Kondisi ini terjadi setelah ia mendarat di Turki bersama anak-anaknya 8 tahun yang lalu.
Sejak saat itu, ia terus-menerus merasa pusing dan mual. Satu-satunya cara yang bisa membuatnya terhindar dari mabuk udara yakni terus bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini ibu dua anak asal Bellingham, Northumberland, ini tak bisa duduk diam selama lebih dari satu jam. Ia harus terus bergerak agar tak merasa pusing dan mual, layaknya orang mabuk perjalanan. Ia menghabiskan waktunya dengan berjalan bersama anjing perliharaan lima kali sehari. Dengan kondisinya, Catharine pun merasa kesulitan untuk tidur.
Mal de Debarquement Syndrome (MdDS) adalah sensasi ketidakseimbangan atau goyang yang terjadi setelah paparan gerak (paling sering setelah pelayaran laut atau penerbangan).
Meskipun sebagian besar wisatawan dapat mengidentifikasi perasaan ini dan benar-benar mengalaminya beberapa saat setelah mendarat, sayangnya dalam kasus penderita MdDS dapat bertahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sesudahnya.
Gejala bisa berupa pusing, mual, rasa ingin muntah yang terjadi terus-menerus, tidak dapat diatasi dengan obat-obatan anti-mabuk. Sensasi ini biasanya paling terasa ketika pasien duduk diam. Untuk meniminalkan, pasien biasanya diminta terus bergerak seperti berjalan atau mengemudi.
(mer/)










































