Teringat Hal-hal Memalukan Tiap Mau Tidur? Ternyata Ada Penjelasan Medisnya

Kesehatan Tidur

Teringat Hal-hal Memalukan Tiap Mau Tidur? Ternyata Ada Penjelasan Medisnya

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Minggu, 11 Okt 2026 20:09 WIB
Young Asian woman in bedroom feeling sad tired and worried suffering depression in mental health
Overthinking menjelang tidur. Foto: Getty Images/amenic181
Jakarta -

Pernahkah mengalami momen saat tubuh sudah siap terlelap di atas kasur, tetapi pikiran tiba-tiba dipenuhi oleh ingatan masa lalu yang memalukan? Fenomena unik yang sering kali memicu rasa cemas ini kerap membuat seseorang terjaga lebih lama dan kesulitan tidur.

Secara medis, kondisi ini bukanlah hal yang aneh atau tanpa alasan. Dokter neurologi, dr Oktaviana Niken P, SpN dari Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center menjelaskan, fenomena ini berkaitan erat dengan cara kerja otak saat merespons perubahan lingkungan dari siang ke malam hari.

Hilangnya Distraksi dan Munculnya Pikiran Internal

Saat beraktivitas di siang hari, otak disibukkan oleh berbagai macam rangsangan atau stimulasi dari luar, seperti pekerjaan, percakapan dengan rekan kerja, hingga penggunaan gawai secara terus-menerus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai kesibukan tersebut berperan sebagai "distraksi" yang secara tidak langsung menutupi memori-memori lama atau pikiran internal tubuh.

Namun, ketika kita mulai masuk ke kamar dan merebahkan diri di tempat tidur, stimulasi eksternal tersebut mendadak hilang. Suasana yang hening dan rileks justru membuka pintu bagi memori lama untuk mencuat ke permukaan

ADVERTISEMENT

"Pada saat kita masuk ruangan tidur, tempat tidur kan sebenarnya cukup relax. Nah, pada saat cukup relax itu kan stimulasi eksternal kan sebenarnya sudah mulai kurang," jelas dr Niken kepada detikcom, Kamis (8/10/2026).

"Nah, jadi pikiran-pikiran internal yang tadinya tertutup oleh aktivitas, oleh kegiatan-kegiatan seharian itu kan secara otomatis seperti tereksplor gitu," ungkapnya.

Perbedaan Aktivitas Otak Siang dan Malam Hari

Lebih lanjut, ia membedakan bagaimana tingkat distraksi pada siang hari memengaruhi kontrol fokus otak manusia dibandingkan saat malam hari.

"Kenapa justru munculnya pada saat mau tidur? Karena saat siang kan kita kerja, bicara, pakai HP, komunikasi sama-sama sini, banyak aktivitas. Jadi distraksinya banyak. Sedangkan pada saat malam itu distraksinya lebih sedikit. Jadi lebih gampang memunculkan ingatan-ingatan atau memori-memori yang lalu gitu," katanya.

Tanpa adanya gangguan dari luar, otak manusia secara alami memanfaatkan momen tenang tersebut untuk mengeksplorasi ingatan-ingatan terpendam.

Momen kecemasan atau ingatan memalukan yang muncul sebenarnya merupakan dampak samping dari proses eksplorasi memori internal ini.

Solusi untuk Mengatasi "Overthinking" di Tempat Tidur

Agar pikiran memalukan tidak terus-menerus mengganggu kenyamanan tidur malam, para ahli menyarankan untuk tidak terburu-buru berbaring di atas kasur jika otak masih aktif bekerja.

Melakukan proses relaksasi, seperti mematikan gawai, melakukan latihan pernapasan, atau menyelesaikan sisa beban pikiran, sebaiknya dilakukan di luar tempat tidur terlebih dahulu.

Dengan begitu, saat melangkah ke atas kasur, kondisi mental dan fisik sudah benar-benar siap dan tenang untuk mengistirahatkan tubuh hingga esok hari.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bukan Tanda Tidur Nyenyak, Ngorok Bisa Jadi 'Bahaya' "
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Dendam Tidur Sepekan
5 Konten
Gara-gara kurang tidur karena sibuk kerja sepanjang pekan, banyak orang terpikir untuk menebusnya di akhir pekan. Dilihat dari durasi mungkin impas, tapi apa iya tidur seharian benar-benar berkualitas?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads